Antara Jagir dan Wonokromo, sepanjang perjalanan yang ditingkahi indah dan landainya arus kali Surabaya menemani kenangan kebaikan di waktu itu...
Antara Jagir dan Wonokromo, ketika pagi siang dan malam, sebuah perjalanan kehidupan yang berpanta-panta sedang ditatahkan....
Antara jagir dan Wonokromo, teringat ibu kost yang teramat baik, "Tante Isah" biasa kami dan teman-teman memanggil namanya, yang setiap pagi mempersiapkan sarapan lengkap dengan segelas susu,teh dan kopi, kadang makan siang dan makan malam yang dihidangkannya yang kami nikmati penuh keceriaan dengan keluarganya, dan ku yakin bukan hukum ekonomi yang dikedepankan dalam mengelola tempat kost yang dimilikinya, karena tak akan sebanding apa yang diberikan kepada kami dengan jumlah rupiah yang dibayarkan padanya...
Antara Jagir dan Wonokromo, kenangan indah di "kota buaya", terkadang malam-malam panjang kadang kami habiskan untuk bercengkrama dibawah patung dua buaya yang menjadi ikon kota, jika lebih ingin leluasa kamipun melipir agak sedikit ke belakang untuk bermain-main di taman gerbang kebun binatang Surabaya....
Antara Jagir dan Wonokromo melintasi jalan Paneleh, teringat sebuah perjalanan seorang "Koesno kecil si Putra sang Pajar", dilahirkan dan menjalani masa-masa kecil di rumah orang tuanya yang sempit penuh keprihatinan, kesehariannya melebur dengan napas dan gerak orang disekelilingnya, "Sarinah " turut mendampinginya dan memberi kesan khusus hingga akhirnya ia jadikan sebuah judul buku, sebagai simbol kebaikan dan perjuangan wanita Indonesia juga nama pada sebuah gedung megah yang pertama kali ia bangun di Jakarta miliknya, bersamaan dengan bundaran air mancur juga hotel Indonesia-nya.....
Antara Jagir dan Wonokromo,menyusuri kawasan kembang jepun "jembatan merah", adalah hal menyenangkan melihat deretan pertokoan, juga kenangan betapa heroiknya arek-arek Suroboyo pada 10 nopember 1945 melawan serangan tentara sekutu yang dibakar semangatnya oleh "Bung Tomo", di malam jum'at suasana agak sedikit berbeda dengan berjalan agak ke atas melewat gang sempit, sebuah keramaian para peziarah yang mengunjungi masjid "Sunan Ampel", adalah kenikmatan tersendiri untuk ikut hanyut dalam kekhusukan di dalamnya....
Antara Jagir dan Wonokromo,perjalanan ini harus dilalui dengan hati yang sedikit sentimentil kurasakan, ketika tidak lama setelah dengan "bismillah dan syahadat" aku pinang dan kunikahi "engkau"..! Kemudian harus aku tinggalkan bersama janin dalam kandungan demi sebuah perjalanan 'struggle for life" untuk membangun marwah diri,engkau dan bahtera yang telah kita jadikan biduk perjalanan bersama.....
Antara Jagir dan Wonokromo, lima belas tahun masa itu, bukanlah panjang ataupun pendeknya perjalanan, tetapi arti dari sebuah perjuangan,kesetiaan dan intimasi dua makhluk yang dipertautkan Allah untuk saling menjaga, menjadi landasan agar kebahagiaan hakiki dunia akhirat kita raih bersama.....
Antara Jagir dan Wonokromo...!!
Akupun..!!
Engkaupun...!!
Bersama Allahku,,, Allahmu,,,, Allah kita semua....... Kita selalu memohon petunjuk dan perlindungan-Nya, agar terhindar dari segala marabahaya dan celaka yang selalu mengintai setiap saat......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar