Senin, 30 Desember 2019

PASAREAN DAN YAYASAN DARUL HIJRAH




Pasarean dan Yayasan Darul Hijrah, adalah dua entitas yang tidak dapat dipisahkan, keduanya bersenyawa yang tak dapat dipisahkan dalam dinamika yang terjadi di Kampung Pasarean, Desa Pasarean serta Bogor Barat pada umumnya.

Pada awalnya lokasi kampung Pasarean terletak di sebelah barat kampung Pasarean diperkirakan berdiri pada tahun 1850 M. Didirikan oleh para orang tua yang berasal dari Kuningan, bahkan versi yang lain menyebutkan didirikan oleh tentara Sultan Agung setelah mereka menaklukan Batavia dari  Portugis yang kemudian menyebar dan menetap di daerah-daerah sekitar Batavia.

Berdirinya kampung Pasarean, tak luput dari perjalanan sejarah kampung serta para penghuni yang ada di dalamnya, kemudian kampung Pasarean lamaini disebut dengan "lembur kosong", penamaan lembur kosong ini terjadi oleh sebuah sebuah peristiwa yang sengaja dilakukan oleh para tetua kampung pada saat pergolakan revolusi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada saat setelah kemerdekaan, sekitar tahun 1948 terjadi agresi Belanda kedua yang ingin menguasai kembali tanah jajahan Hindia Belanda yang mereka serahkan kepada Jepang. Mereka menganggap setelah Jepang dikalahkan oleh tentara sekutu dengan di luncurkannya bom atom di Hirosima dan Nagasaki sehingga keadaan negara Jepang luluh lantak dan akhirnya bertekuk lutut menyerahkan tanah koloninya kepada sekutu, termasuk Indonesia.

Kedatangan Belanda beserta sekutunya ternyata di luar apa yang mereka perkirakan. Rupanya rakyat Indonesia yang belum lama merasakan angin kemerdekaan tidak rela jika tanah airnya harus diserahkan kembali kepada para penjajah. Akhirnya perlawanan dan pergolakan rakyat terjadi di mana-mana.

Tak terkecuali, perlawanan dilakukan para pejuang yang ada di wilayah Bogor barat, salah satu episentrum perlawanan tersebut dilakukan para pemuda yang penuh gagah berani lahir dari putra-putri Pasarean yang dipelopori KH Abdul Hadi, KH Abdul Hamid serta KH Sholeh Iskandar. 

Dua orang putra terbaik yang dimiliki oleh Pasarean yaitu KH Abdul Hamid menjadi syuhada ketika melakukan perlawanan, beliau ditembus peluru oleh tentara Belanda di tengah pesawahan di daerah Cipendeuy Gunung sari Pamijahan.

KH Abdul Hadi akhirnya terus dikejar-kejar oleh para tentara Belanda, hingga akhirnya tidak diketahui kemana perginya beliau, hingga saat ini keberadaannya masih menjadi misteri. Ada banyak cerita, salah satunya ia melarikan diri hingga ke negeri seberang Malaysia. Adapula cerita, karena Ilmu dan tingkat keulamaannya sebetulnya ia masih ada di dalam negeri serta mengembangkan Ilmunya di suatu daerah hingga akhir hayatnya.

Gugur satu tumbuh seribu, itulah semangat perlawanan yang terjadi saat itu, gugurnya dua orang syuhada melahirkan perlawanan yang semakin massif dan sporadis oleh anak remaja dan pemuda di Pasarean yang dipelopori oleh K H Sholeh Iskandar yang tergabung dalam lasykar rakyat Hizbullah Fi Sabilillah Balalyon O Bogor barat.

Rupanya atas kegigihan perlawanan dari para pemuda ini membuat geram, tentara sekutu untuk melumpuhkan para pejuang ini. Akhirnya dibuatlah rencana penyerbuan untuk melumpuhkan sentral perlawanan penjajahan di Bogor barat dengan menyerbu langsung ke kampung Pasarean.

Rencana Belanda tersebut tercium oleh para pejuang, dibuatlah strategi perlawanan hingga diputuskan bahwa kampung Pasarean harus dikosongkan agar segala macam logistik perang dan bahan-bahan makanan dikuasai oleh Belanda, maka dikosongkanlah seluruh kampung, kaum ibu dan anak-anak diungsikan ke berbagai tempat yang aman, bahkan hingga ke wilayah Banten.

Setelah kampung dikosongkan, kemudian para pejuang sengaja membakar seluruh isi kampung sehingga tejadilah "Pasarean Lautan Api". Belandapun akhirnya kecele tidak menemukan para pejuang dan tidak dapat menguasai aset dan logistik yang ada di Pasarean.

Konprensi Meja Bundar dengan keputusannya akhirnya memaksa pasukan sekutu untuk angkat kaki dari bumi Indonesia, para pejuang yang melakukan perlawanan serta kaum ibu dan anak-anak yang diungsikan akhirnya kembali lagi ke kampung halaman. Tetapi kondisinya sungguh menyedihkan, karena semuanya telah luluh lantak tak tersisa akibat strategi perlawanan yang dilakukan para pejuang.

Tanpa kehilangan semangat untuk membangun menjadi lebih baik, akhirnya diputuskan untuk membangun perkampungan baru,Pasarean baru yang posisinya ada di sebelah tenggara kampung Pasarean lama, hingga berdirilah kampung Pasarean yang ada sekarang, kampung Pasarean lama seiring berjalannya waktu mendapat julukan "lembur kosong".



Berikut ini sekelumit catatan perjalanan kampung Pasarean serta dinamika yang terjadi di dalamnya yang terjadi hingga saat ini:

  • Tahun 1850-1948 M Pasarean Lama terletak di lembur kosong
  • Tahun 1948 M Perpindahan Pasarean Lama ke Pasarean Baru (Wilayah RW 01)
  • Tahun 1948 M Pola tata miniatur perkampungan pasarean seperti perumahan
  • Tahun 1950 M Mendirikan Sarana peribadatan berupa Masjid dengan nama Masigid Pasarean
  • Tahun 1950 M Mendirikan Sarana sekolah pendidikan dengan nama Madrasah PUI Pasarean
  • Tahun 1951-1953 M Kedatangan kunjungan  UNESCO oleh Mr Chieffy
  • Tahun 1965 M Pemanfaatan Wakaf secara Sewa maupun Kontrak
  • Tahun 1973 M Mendirikan MTs PUI Pasarean
  • Tahun 1987 M Mendirikan MA Ibnu Hajar
  • Tahun 1978 Mendirikan Mushola (Majlis Ta`lim)
  • Tahun 1981 M Mendirikan Ormas berbadan hukum dalam bentuk instansi (lembaga) dengan nama "Yayasan Darul Hijrah"
  • Tahun 1982 Mendirikan Sarana Air Bersih Cirumajaya
  • Tahun 1984 Pemekaran Sekolah MI Ibnu Hajar I dan MI Ibnu Hajar II
  • Tahun 1985 Piagam MI PUI II
  • Tahun 1987 Pembangunan pertama Ponpes Darul Hijrah
  • Tahun 2000 M Pendirian TK Darul Hijrah
  • Tahun 2004 M Mendirikan SMA Ibnu Hajar 


PROFIL YAYASAN DARUL HIJRAH 

PENDIRIAN :

Yayasan Darul Hijrah didirikan kembali di Indonesia, yang dinyatakan dan disahkan Notaris Ali Harsoyo, Sarjana Hukum dalam Akta nomor : 16 tanggal 21 Januari 1981.
Yayasan Darul Hijrah adalah organisasi nirlaba  didirikan oleh : Sholeh Iskandar, Soleh Fajar, Hasan Basri, Otoy Ma`sum, Anwar Arief, Syamsudin dan Asraf.

Ketua Pengurus Yayasan :
KH. Soleh Fajar                       : Periode 1981 - 1985 M
KH. Hasan Basri                      : Periode 1985 - 1990 M
KH. Hasan Basri                      : Periode 1990 - 1995 M
H. Yusup Supendi, Lc              : Periode 1996 - 2001 M

Pada tanggal 28 Agustus 2003 dilakukan perubahan yang dinyatakan Notaris DR. H. E. Gewang, Sarjana Hukum, di Bogor dalam Akta Nomor 7

Ketua Pengurus Yayasan
Drs. Abdul Jabar                      : Periode 2001 - 2005 M
Drs. Abdul Jabar                      : Periode 2006 - 2008 M
Maman Abdurahman, S. Pd    : Periode 2009 - 2014 M

Dan pada tanggal 10 April 2012  dilakukan pula perubahan kepengurusan yang dinyatakan Notaris Henri Siregar. Sarjana Hukum. Jakarta dalam Akta Nomor 05.

Ketua Pengurus Yayasan :
Maman Abdurahman, S.Pd     : Periode 2011 – 2016 M

PERUBAHAN AKTA NOTARIS :
  1.  Notaris Ali Harsoyo, Sarjana Hukum dalam Akta Nomor 16 tanggal 21 Januari 1981.
  2. Notaris DR. H. E. Gewang, Sarjana Hukum, di Bogor dalam Akta Nomor 7 Pada tanggal 28 Agustus  2003
  3. Notaris Henri Siregar. Sarjana Hukum, di Jakarta dalam Akta Nomor 05 pada tanggal 10 April 2012  

STATUS :
Secara Struktur milik dewan pembina berdasarkan UU yayasan yang berlaku. Secara Kultrur milik masyarakat Pasarean kaum (wilayah RW 01) berdasarkan kronologis sejarah berdirinya Yayasan Darul Hijrah

PERUBAHAN REVISI AKTA NOTARIS :

Ketua Pembina                        : H. Yusup Supendi, Lc
Ketua Pengawas                      : H. Mamak Abdul Malik, SE, Periode 2016 – 2020 M
Ketua Umum Pengurus           : Pipin Rusli Maulani,              Periode 2016 – 2020 M

TEMPAT DAN KEDUDUKAN :

Yayasan Darul Hijrah berkedudukan di Desa Pasaraan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

PROFIL KETUA PENGURUS YAYASAN DARUL HIJRAH :

  1. KH. Soleh Fajar,                                   : Periode 1981 - 1985 M
  2. KH. Hasan Basri,                                 : Periode 1985 - 1990 M
  3. KH. Hasan Basri,                                 : Periode 1990 - 1995 M
  4. H. Yusup Supendi, Lc               : Periode 1996 - 2001 M
  5. Drs. Abdul Jabar,                                 : Periode 2001 - 2005 M
  6. Drs. Abdul Jabar,                                 : Periode 2006 - 2008 M
  7. Maman Abdurahman, S. Pd                : Periode 2009 - 2014 M
  8. Maman Abdurahman, S.Pd                 : Periode 2011 - 2016 M
  9. Pipin Rusli Maulani,                            : Periode 2016 - 2020 M 



Profil struktural perkembangan lembaga pendidikan formal di pasarean dari masa ke masa:

1. Tahun 1955 (Lembaga Sekolah Madrasah PUI Pasarean). Perubahan nama kelembagaan menjadi MI Ibnu Hajar I dan MI Ibnu Hajar II

A. Lembaga MI Ibnu Hajar I. Kepala Sekolah:
1. M Firdaus, periode 1984 - 1994
2. Deden Fatimah Periode 1994-2001 M
3, Subhan Nurhasan S.Pd I, periode 2001-2016
4. Isti Rahmatia, S.Pd.I Periode 2016-2020

B. Lembaga MI Ibnu Hajar II. Kepala Sekolah:

1. Muhammad Ali, A.Ma Periode 1984-1994 M
2. Hj Lilis Badriah, Periode 1994-1998 M
4. Drs Mukhsin Ismail Periode 1998-
3. Dioh Muniroh Periode 2016
4. Drs Mukhsin Ismail Periode 2016-2020 M

2.      Tahun 1973 (Lembaga Sekolah MTs PUI Ibnu Hajar)Kepala sekolah :

1. Drs Ischal Chumaedy Periode 1973
2. H. Drs U Salahuddin, Periode 1989-2016
3. Dra Jubaedah, Periode 2016-2020 M

3.      Madrasah Aliyah Ibnu Hajar yang kemudian pada tahun 1991 berubah nama menjadi Lembga MA PUI Pasarean, Kepala sekolah : E. Djajadiningrat

4.      Perubahan kelembagaan menjadi SMA Ibnu Hajar Tahun 2002. Kepala Sekolah:

1. H Mamak Abdul Malik, SE (Periode 2002-2004 M )
2. Drs Wawan Kh Anwar (Periode 2004-2016 M)
3. Rani Haerani, S.Pd ( Periode 2016-2020 M )

Struktural Perkampungan dan Kepala Desa Pasarean dari masa ke masa

1. Lurah Emed
2. Lurah HM Madrasan
3. Lurah Adi Sukmedi
4. Lurah Mirta Sasmita
5. Lurah Anshori
6. Lurah H. Dedi Furqon

Wilayah RW 01. Ketua RW 01

1. Mugni
2. Ace Dulmanan
3. Asmawi Umar
4. Ridwansyah
5. Didin Baesudin

Ketua RT 01

1. Fahruni
2. Ukar Sukardi
3. Abdul Majid

Ketua RT 02

1. H Ridwan
2. Jajang Atmaja

Ketua RT 03

1.      Nursan
2.       Ujang Syafrudin

Ketua RT 04
1. Zaenal Kusni

Minggu, 29 Desember 2019

Nasib Salah Karena Emosi Salah


Allah Subhaanahu wata ‘ala menciptakan segala sesuatu di dalam dunia ini tidak ada yang tidak bermanfaat bagi makhluknya. Apakah berupa benda-benda yang ada di permukaan bumi, di perut bumi hingga ke dasar bumi hingga seluruh yang ada di jagat luar angkasa. 

Begitupun kejadian maupun peristiwa yang menimpa kepada seluruh makhluknya. Baik – buruk – enak – tidak enak – menyenangkan – tidak menyenangkan.

Semuanya akan kembali kepada diri kita masing-masing, bagaimana kita member arti atas setiap kejadian yang menimpa diri kita maupun orang lain, apakah mengartikan dengan positif ataupun negatif.

Kuncinya terletak bagaimana mendapatkan ilmu yang memberi ”arti”. Jika sudah didapatkan ilmunya, maka segala sesuatu maupun kejadian akan selalu disikapi dengan positif.

Penyikapan suatu kejadian yang dialami seseorang  diawali dengan cara mengelola emosi karena: Jika emosi salah, maka keputusannya salah. Keputusan salah mengakibatkan tindakan yang salah. Karena tindakan salah hasilnya tentu menjadi salah. Hasil salah nasib dan hidupnya akan salah tentunya.

Memperbaiki keadaan dalam setiap kejadian memerlukan ilmu tersendiri yaitu:

1.       Ilmu dalam memberi arti atas sebuah kejadian
2.       Ilmu mengubah gerak
3.       Ilmu mengubah focus

Menurut penelitian meyebutkan Persamaan emosi dalam hidup seseorang adalah: Sebanyak 7% adalah karena  pilihan kata-kata. 38% dengan nada suara, ditambah dengan 55% karena gerakan.

Untuk itu agar hidup dan nasib kita tidak salah, mari kita memperbaiki emosi dan tindakan kita dengan benar.

Selamat berbahagia.  

Kamis, 26 Desember 2019

Karena Jum'at Bukanlah Sabtu




Semua hari adalah sama, semua memiliki dimensi sama serta rentang waktu yang sama.

Baik buruknya masa yang kita jalani bagaimana cara kita mengartikan dan menghargai kesempatan yang telah diberikan setiap harinya.

Tinggal hitungan hari tahun 2019 akan segera berakhir, Tahun 2020 harapan –harapan terbaik semoga mengiringi perjalanan hidup yang akan ditempuh.

Ada target-target yang sudah dicapai di tahun 2019. Tentunya ada keinginan di tahun 2019 yang belum kesampaian.

Menyikapinya tentu harus dengan rasa syukur.

Merencanakan target-target yang lebih baik di tahun 2020 adalah keharusan.

Resolusi-resolusi itu kiatnya  haruslah yang jelas, spesifik dan menarik untuk dikejar.

Karena jum’at bukanlah sabtu. Bukan pula minggu, senin, selasa, rabu maupun kamis.

Yang ada adalah kesempatan umur yang masih diberikan, harus menjadi kekuatan untuk menjadi insan yang lebih baik.

Selamat menikmati hidangan jum’at!

Rabu, 25 Desember 2019

TULISAN KEABADIAN


Tidak ada yang abadi di dunia ini, yang abadi hanyalah milik Tuhan semata.

Satu ayat Al qur’an menyatakan: “Segala sesuatu akan rusak, kecuali dzat Tuhan yang kekal”.

Menafsir  tentang keabadian yang dimiliki manusia, hanyalah sebatas umur manusia itu berada di muka bumi ini.

Abadi dengan kebaikan yang terus memberikan manfaat meskipun ia tidak hidup di alam zhahir ini.

Ia akan abadi pula hingga akhirat dengan balasan atas segala kebaikannya tersebut.

Abadi, bisa berupa kenangan orang-orang yang mencintainya.

Abadi, dengan jejak-jejak perbuatan yang diikuti dan mengispirasi banyak orang.

Contoh keabadian bisa diambil pelajaran dari manusia agung dengan keharuman namanya, dicintai tanpa batas, tanpa alasan oleh sebagian besar manusia. 

Keabadian semacam ini hanya dimiliki: “Rasulullah Muhammad SAW”.

Cara terbaik manusia lain untuk mendapatkan kemulian keabadian yang dimiliki Rosulullah adalah dengan mengikuti jejaknya.

Patuh dengan apa yang diperintah dan yang dilarangnya.

Konsisten dengan perilaku akhlak  yang dicontohkan beliau.

Semua perilaku Rosulullah dijalankan berdasarkan ilmu.

Ilmu tidak dapat dijadikan pegangan jika tidak ada sumber rujukannya.

Sumber ilmu yang mudah dipelajari adalah dengan literasi, buku atau kitab.

Menggali dari sumber utamanya berupa literasi tadi adalah dengan : “Membaca”.

Ketika membaca sudah dilakukan, meresap dalam pikiran dan sanubari. Ia kembali akan menjadi sumber keabadian dengan syarat:

Jika diamalkan.

Jika diajarkan.

Jika dituliskan.

Mengamalkan dan mengajarkan menuju keabadian terbatas hanya jika orang tersebut masih hidup di dunia.

Atau diwarisi oleh orang-orang yang memanfaatkan ilmu tersebut.

Hanya beberapa generasi, setelah itu ia akan pudar karena semakin jauh dari sumber pokoknya.

Berbeda dengan menulis. Ia akan dikenang, dipelajari dan dipraktekan sepanjang masa.

Karena sumbernya abadi, sumbernya dengan mudah dipelajari.

Tak mudah memang jadi penulis.

Tak Sulit Juga bagi yang punya kemauan.

Kuncinya adalah: “Banyak membaca dan rajin berlatih menulis”.

Kurang membaca maka akan kurang bahan untuk ditulis.

Beberapa kutipan dari orang yang telah terbukti namanya tetap abadi karena mereka menulis:

1. Ali Bin Abi Thalib ra (sahabat Rasulullah) yang berkata: “Ikatlah ilmu dengan menulis”.

2. Imam Al-Ghazali (Ulama termasyur) dengan kalimatnya, “Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”.

3. Pramoedya Ananta Toer ( Novelis Indonesia ), “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

5. Kuntowijoyo (Penyair), “Syarat untuk menjadi penulis ada tiga, yaitu: menulis, menulis, menulis".

6. Fatimah Mernissi"Usahakan menulis setiap hari. Niscaya, kulit anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaat yang luar biasa".

7. J.K. Rowling ( Novelis  ) “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”.

Jadi, menulislah agar kita ditulis dengan baik dan meng-abadi!


Selasa, 24 Desember 2019

CITA CINTA YANG MENEMANI


Keluarga  menjadi sumber kekuatan untuk mengapai cita-cita.

Cinta menjadi landasan dan tujuannya.

Ibu dan bapak, anak dan istri, kakak, adik serta saudara yang harus dimuliakan.

Memang tak cukup hanya sekedar cita-cita dan harapan belaka.

Perlu usaha dan kegigihan untuk mewujudkannya.

Usia yang menapaki paruh baya, jangan sampai kehilangan semangat untuk meraih yang terbaik.

Keyakinan  menjadi penguat . Harapan-harapan menjadi penyemangat.

Rabb yang maha pengasih-penyayang, maha pemberi segala kekuatan tempat bergantung atas segala kelemahan diri.

Tahun berganti tahun, hari ini menjelang berakhirnya tahun 2019.

Banyak segala hal yang bergelayut di dalam kepala.

Bimbinglah wahai RABB YANG MAHA AGUNG MAHA PERKASA!

Agar hamba menjadi manusia yang pandai bersyukur.

Agar hamba menjadi manusia yang  tulus, ikhlas dalam berbuat.

Agar hamba bisa membahagiakan kedua orang tua. Terus menerus berbakti tanpa henti  tanpa  banyak alasan.

Agar hamba dapat mewujudkan segala kebaikan yang bermanfaat untuk banyak orang.

Robbana aatinaa fiddunyaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah. Waqinaa adzaabannaar…


Pasarean, 25/12/2019