Minggu, 29 Desember 2019

Nasib Salah Karena Emosi Salah


Allah Subhaanahu wata ‘ala menciptakan segala sesuatu di dalam dunia ini tidak ada yang tidak bermanfaat bagi makhluknya. Apakah berupa benda-benda yang ada di permukaan bumi, di perut bumi hingga ke dasar bumi hingga seluruh yang ada di jagat luar angkasa. 

Begitupun kejadian maupun peristiwa yang menimpa kepada seluruh makhluknya. Baik – buruk – enak – tidak enak – menyenangkan – tidak menyenangkan.

Semuanya akan kembali kepada diri kita masing-masing, bagaimana kita member arti atas setiap kejadian yang menimpa diri kita maupun orang lain, apakah mengartikan dengan positif ataupun negatif.

Kuncinya terletak bagaimana mendapatkan ilmu yang memberi ”arti”. Jika sudah didapatkan ilmunya, maka segala sesuatu maupun kejadian akan selalu disikapi dengan positif.

Penyikapan suatu kejadian yang dialami seseorang  diawali dengan cara mengelola emosi karena: Jika emosi salah, maka keputusannya salah. Keputusan salah mengakibatkan tindakan yang salah. Karena tindakan salah hasilnya tentu menjadi salah. Hasil salah nasib dan hidupnya akan salah tentunya.

Memperbaiki keadaan dalam setiap kejadian memerlukan ilmu tersendiri yaitu:

1.       Ilmu dalam memberi arti atas sebuah kejadian
2.       Ilmu mengubah gerak
3.       Ilmu mengubah focus

Menurut penelitian meyebutkan Persamaan emosi dalam hidup seseorang adalah: Sebanyak 7% adalah karena  pilihan kata-kata. 38% dengan nada suara, ditambah dengan 55% karena gerakan.

Untuk itu agar hidup dan nasib kita tidak salah, mari kita memperbaiki emosi dan tindakan kita dengan benar.

Selamat berbahagia.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar