Allah Subhaanahu wata ‘ala menciptakan segala sesuatu di
dalam dunia ini tidak ada yang tidak bermanfaat bagi makhluknya. Apakah berupa
benda-benda yang ada di permukaan bumi, di perut bumi hingga ke dasar bumi
hingga seluruh yang ada di jagat luar angkasa.
Begitupun kejadian maupun
peristiwa yang menimpa kepada seluruh makhluknya. Baik – buruk – enak – tidak enak
– menyenangkan – tidak menyenangkan.
Semuanya akan kembali kepada diri kita masing-masing,
bagaimana kita member arti atas setiap kejadian yang menimpa diri kita maupun
orang lain, apakah mengartikan dengan positif ataupun negatif.
Kuncinya terletak bagaimana mendapatkan ilmu yang memberi ”arti”.
Jika sudah didapatkan ilmunya, maka segala sesuatu maupun kejadian akan selalu
disikapi dengan positif.
Penyikapan suatu kejadian yang dialami seseorang diawali dengan cara mengelola emosi karena:
Jika emosi salah, maka keputusannya salah. Keputusan salah mengakibatkan
tindakan yang salah. Karena tindakan salah hasilnya tentu menjadi salah. Hasil
salah nasib dan hidupnya akan salah tentunya.
Memperbaiki keadaan dalam setiap kejadian memerlukan ilmu
tersendiri yaitu:
1.
Ilmu dalam memberi arti atas sebuah kejadian
2.
Ilmu mengubah gerak
3.
Ilmu mengubah focus
Menurut penelitian meyebutkan Persamaan emosi dalam hidup
seseorang adalah: Sebanyak 7% adalah karena pilihan kata-kata. 38% dengan nada suara,
ditambah dengan 55% karena gerakan.
Untuk itu agar hidup dan nasib kita tidak salah, mari kita
memperbaiki emosi dan tindakan kita dengan benar.
Selamat berbahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar