Pasarean dan Yayasan Darul Hijrah, adalah dua entitas yang tidak dapat dipisahkan, keduanya bersenyawa yang tak dapat dipisahkan dalam dinamika yang terjadi di Kampung Pasarean, Desa Pasarean serta Bogor Barat pada umumnya.
Pada awalnya lokasi kampung Pasarean terletak di sebelah barat kampung Pasarean diperkirakan berdiri pada tahun 1850 M. Didirikan oleh para orang tua yang berasal dari Kuningan, bahkan versi yang lain menyebutkan didirikan oleh tentara Sultan Agung setelah mereka menaklukan Batavia dari Portugis yang kemudian menyebar dan menetap di daerah-daerah sekitar Batavia.
Berdirinya kampung Pasarean, tak luput dari perjalanan sejarah kampung serta para penghuni yang ada di dalamnya, kemudian kampung Pasarean lamaini disebut dengan "lembur kosong", penamaan lembur kosong ini terjadi oleh sebuah sebuah peristiwa yang sengaja dilakukan oleh para tetua kampung pada saat pergolakan revolusi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada saat setelah kemerdekaan, sekitar tahun 1948 terjadi agresi Belanda kedua yang ingin menguasai kembali tanah jajahan Hindia Belanda yang mereka serahkan kepada Jepang. Mereka menganggap setelah Jepang dikalahkan oleh tentara sekutu dengan di luncurkannya bom atom di Hirosima dan Nagasaki sehingga keadaan negara Jepang luluh lantak dan akhirnya bertekuk lutut menyerahkan tanah koloninya kepada sekutu, termasuk Indonesia.
Kedatangan Belanda beserta sekutunya ternyata di luar apa yang mereka perkirakan. Rupanya rakyat Indonesia yang belum lama merasakan angin kemerdekaan tidak rela jika tanah airnya harus diserahkan kembali kepada para penjajah. Akhirnya perlawanan dan pergolakan rakyat terjadi di mana-mana.
Tak terkecuali, perlawanan dilakukan para pejuang yang ada di wilayah Bogor barat, salah satu episentrum perlawanan tersebut dilakukan para pemuda yang penuh gagah berani lahir dari putra-putri Pasarean yang dipelopori KH Abdul Hadi, KH Abdul Hamid serta KH Sholeh Iskandar.
Dua orang putra terbaik yang dimiliki oleh Pasarean yaitu KH Abdul Hamid menjadi syuhada ketika melakukan perlawanan, beliau ditembus peluru oleh tentara Belanda di tengah pesawahan di daerah Cipendeuy Gunung sari Pamijahan.
KH Abdul Hadi akhirnya terus dikejar-kejar oleh para tentara Belanda, hingga akhirnya tidak diketahui kemana perginya beliau, hingga saat ini keberadaannya masih menjadi misteri. Ada banyak cerita, salah satunya ia melarikan diri hingga ke negeri seberang Malaysia. Adapula cerita, karena Ilmu dan tingkat keulamaannya sebetulnya ia masih ada di dalam negeri serta mengembangkan Ilmunya di suatu daerah hingga akhir hayatnya.
Gugur satu tumbuh seribu, itulah semangat perlawanan yang terjadi saat itu, gugurnya dua orang syuhada melahirkan perlawanan yang semakin massif dan sporadis oleh anak remaja dan pemuda di Pasarean yang dipelopori oleh K H Sholeh Iskandar yang tergabung dalam lasykar rakyat Hizbullah Fi Sabilillah Balalyon O Bogor barat.
Rupanya atas kegigihan perlawanan dari para pemuda ini membuat geram, tentara sekutu untuk melumpuhkan para pejuang ini. Akhirnya dibuatlah rencana penyerbuan untuk melumpuhkan sentral perlawanan penjajahan di Bogor barat dengan menyerbu langsung ke kampung Pasarean.
Rencana Belanda tersebut tercium oleh para pejuang, dibuatlah strategi perlawanan hingga diputuskan bahwa kampung Pasarean harus dikosongkan agar segala macam logistik perang dan bahan-bahan makanan dikuasai oleh Belanda, maka dikosongkanlah seluruh kampung, kaum ibu dan anak-anak diungsikan ke berbagai tempat yang aman, bahkan hingga ke wilayah Banten.
Setelah kampung dikosongkan, kemudian para pejuang sengaja membakar seluruh isi kampung sehingga tejadilah "Pasarean Lautan Api". Belandapun akhirnya kecele tidak menemukan para pejuang dan tidak dapat menguasai aset dan logistik yang ada di Pasarean.
Konprensi Meja Bundar dengan keputusannya akhirnya memaksa pasukan sekutu untuk angkat kaki dari bumi Indonesia, para pejuang yang melakukan perlawanan serta kaum ibu dan anak-anak yang diungsikan akhirnya kembali lagi ke kampung halaman. Tetapi kondisinya sungguh menyedihkan, karena semuanya telah luluh lantak tak tersisa akibat strategi perlawanan yang dilakukan para pejuang.
Tanpa kehilangan semangat untuk membangun menjadi lebih baik, akhirnya diputuskan untuk membangun perkampungan baru,Pasarean baru yang posisinya ada di sebelah tenggara kampung Pasarean lama, hingga berdirilah kampung Pasarean yang ada sekarang, kampung Pasarean lama seiring berjalannya waktu mendapat julukan "lembur kosong".
Berikut ini sekelumit catatan perjalanan kampung Pasarean serta dinamika yang terjadi di dalamnya yang terjadi hingga saat ini:
- Tahun 1850-1948 M Pasarean Lama terletak di lembur kosong
- Tahun 1948 M Perpindahan Pasarean Lama ke Pasarean Baru (Wilayah RW 01)
- Tahun 1948 M Pola tata miniatur perkampungan pasarean seperti perumahan
- Tahun 1950 M Mendirikan Sarana peribadatan berupa Masjid dengan nama Masigid Pasarean
- Tahun 1950 M Mendirikan Sarana sekolah pendidikan dengan nama Madrasah PUI Pasarean
- Tahun 1951-1953 M Kedatangan kunjungan UNESCO oleh Mr Chieffy
- Tahun 1965 M Pemanfaatan Wakaf secara Sewa maupun Kontrak
- Tahun 1973 M Mendirikan MTs PUI Pasarean
- Tahun 1987 M Mendirikan MA Ibnu Hajar
- Tahun 1978 Mendirikan Mushola (Majlis Ta`lim)
- Tahun 1981 M Mendirikan Ormas berbadan hukum dalam bentuk instansi (lembaga) dengan nama "Yayasan Darul Hijrah"
- Tahun 1982 Mendirikan Sarana Air Bersih Cirumajaya
- Tahun 1984 Pemekaran Sekolah MI Ibnu Hajar I dan MI Ibnu Hajar II
- Tahun 1985 Piagam MI PUI II
- Tahun 1987 Pembangunan pertama Ponpes Darul Hijrah
- Tahun 2000 M Pendirian TK Darul Hijrah
- Tahun 2004 M Mendirikan SMA Ibnu Hajar
PROFIL
YAYASAN DARUL HIJRAH
PENDIRIAN :
Yayasan
Darul Hijrah didirikan kembali di Indonesia, yang dinyatakan dan disahkan Notaris Ali Harsoyo, Sarjana
Hukum dalam Akta nomor : 16 tanggal 21 Januari 1981.
Yayasan
Darul Hijrah adalah organisasi nirlaba
didirikan oleh : Sholeh Iskandar, Soleh Fajar, Hasan Basri, Otoy Ma`sum,
Anwar Arief, Syamsudin dan Asraf.
Ketua Pengurus Yayasan :
KH. Soleh Fajar : Periode 1981 - 1985 M
KH. Hasan Basri : Periode 1985 - 1990 M
KH. Hasan Basri : Periode 1990 - 1995 M
H. Yusup Supendi, Lc : Periode 1996 - 2001 M
Pada tanggal 28 Agustus 2003
dilakukan perubahan yang dinyatakan Notaris DR. H. E. Gewang, Sarjana Hukum, di
Bogor dalam Akta Nomor 7
Ketua Pengurus Yayasan
Drs. Abdul Jabar : Periode 2001 - 2005 M
Drs. Abdul Jabar : Periode 2006 - 2008 M
Maman Abdurahman, S. Pd : Periode 2009 - 2014 M
Dan pada tanggal 10 April
2012 dilakukan pula perubahan
kepengurusan yang dinyatakan Notaris Henri Siregar. Sarjana Hukum. Jakarta
dalam Akta Nomor 05.
Ketua Pengurus Yayasan :
Maman Abdurahman, S.Pd : Periode 2011 – 2016 M
PERUBAHAN AKTA NOTARIS :
- Notaris Ali Harsoyo, Sarjana Hukum dalam Akta Nomor 16 tanggal 21 Januari 1981.
- Notaris DR. H. E. Gewang, Sarjana Hukum, di Bogor dalam Akta Nomor 7 Pada tanggal 28 Agustus 2003
- Notaris Henri Siregar. Sarjana
Hukum, di Jakarta dalam Akta Nomor 05 pada tanggal 10 April 2012
STATUS :
Secara
Struktur milik dewan pembina berdasarkan UU yayasan yang berlaku. Secara
Kultrur milik masyarakat Pasarean kaum (wilayah RW 01) berdasarkan kronologis
sejarah berdirinya Yayasan Darul Hijrah
PERUBAHAN REVISI AKTA NOTARIS :
Ketua Pembina :
H. Yusup Supendi, Lc
Ketua Pengawas :
H. Mamak Abdul Malik, SE, Periode 2016 – 2020 M
Ketua Umum Pengurus :
Pipin Rusli Maulani, Periode 2016 – 2020 M
TEMPAT DAN KEDUDUKAN :
Yayasan
Darul Hijrah berkedudukan di Desa Pasaraan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten
Bogor, Jawa Barat.
PROFIL
KETUA PENGURUS YAYASAN DARUL HIJRAH :
- KH.
Soleh Fajar, :
Periode 1981 - 1985 M
- KH.
Hasan Basri, :
Periode 1985 - 1990 M
- KH.
Hasan Basri, :
Periode 1990 - 1995 M
- H.
Yusup Supendi, Lc :
Periode 1996 - 2001 M
- Drs.
Abdul Jabar, :
Periode 2001 - 2005 M
- Drs.
Abdul Jabar, :
Periode 2006 - 2008 M
- Maman
Abdurahman, S. Pd :
Periode 2009 - 2014 M
- Maman
Abdurahman, S.Pd :
Periode 2011 - 2016 M
- Pipin Rusli Maulani, : Periode 2016 - 2020 M
Profil
struktural perkembangan lembaga pendidikan formal di pasarean dari masa ke masa:
1. Tahun 1955 (Lembaga
Sekolah Madrasah PUI Pasarean). Perubahan
nama kelembagaan menjadi MI Ibnu Hajar I dan MI Ibnu Hajar II
A. Lembaga
MI Ibnu Hajar I. Kepala Sekolah:
1.
M Firdaus, periode 1984 - 1994
2.
Deden Fatimah Periode 1994-2001 M
3,
Subhan Nurhasan S.Pd I, periode 2001-2016
4.
Isti Rahmatia, S.Pd.I Periode 2016-2020
B. Lembaga
MI Ibnu Hajar II. Kepala
Sekolah:
1.
Muhammad Ali, A.Ma Periode 1984-1994 M
2. Hj
Lilis Badriah, Periode 1994-1998 M
4. Drs
Mukhsin Ismail Periode 1998-
3.
Dioh Muniroh Periode 2016
4. Drs
Mukhsin Ismail Periode 2016-2020 M
2.
Tahun 1973 (Lembaga
Sekolah MTs PUI Ibnu Hajar)Kepala sekolah :
1.
Drs Ischal Chumaedy Periode 1973
2. H.
Drs U Salahuddin, Periode 1989-2016
3.
Dra Jubaedah, Periode 2016-2020 M
3.
Madrasah Aliyah
Ibnu Hajar yang kemudian pada tahun 1991 berubah nama menjadi Lembga MA PUI
Pasarean, Kepala sekolah : E. Djajadiningrat
4.
Perubahan
kelembagaan menjadi SMA Ibnu Hajar Tahun 2002. Kepala
Sekolah:
1. H
Mamak Abdul Malik, SE (Periode 2002-2004 M )
2. Drs
Wawan Kh Anwar (Periode 2004-2016 M)
3.
Rani Haerani, S.Pd ( Periode 2016-2020 M )
Struktural
Perkampungan dan Kepala Desa
Pasarean dari masa ke masa
1.
Lurah Emed
2.
Lurah HM Madrasan
3.
Lurah Adi Sukmedi
4.
Lurah Mirta Sasmita
5.
Lurah Anshori
6.
Lurah H. Dedi Furqon
Wilayah
RW 01. Ketua RW 01
1. Mugni
2.
Ace Dulmanan
3.
Asmawi Umar
4.
Ridwansyah
5.
Didin Baesudin
Ketua
RT 01
1.
Fahruni
2.
Ukar Sukardi
3.
Abdul Majid
Ketua
RT 02
1.
H Ridwan
2.
Jajang Atmaja
Ketua
RT 03
1.
Nursan
2.
Ujang Syafrudin
Ketua
RT 04
1.
Zaenal Kusni



