Finding Nemo dan Finding Dory dua buah serial yang memberikan inspirasi dan pelajaran tentang kehidupan dunia hewan, secara nyata dua seri film ini yang mengadaptasi cerita kehidupan manusia ataupun makhluk hidup tentang arti sebuah kesungguhan, keramahan, kesetiakawanan dalam kehidupan yang berkaitan dengan lingkungan di sekitar kita,
Sesuatu yang dianggap tidak mungkin karena keterbatasan-keterbatasan yang melekat pada seseorang, pada akhirnya akan bisa dilewati oleh nilai-nilai positif dan kegigihan dalam menggapai sebuah tujuan.
Finding Nemo ataupun Finding Dory adalah bagian kehidupan kita yang layak untuk ditonton lalu kita ambil pesan-pesan terbaik dari semua alur cerita yang terjadi, sebuah hiburan yang layak ditonton oleh semua kalangan. I like it...!!
Sabtu, 29 Oktober 2016
Senin, 24 Oktober 2016
Ketika Diam Lebih Baik Daripada Hanya Sekedar Mengeluh
Ketika diam lebih baik daripada hanya sekedar mengeluh dapat menjadi pilihan sikap yang dijalani dalam menghadapi situasi permasalahan dengan kesadaran penuh bahwa sikap tersebut adalah salah satu jalan agar permasalahan tidak semakin rumit dan membebani perjalanan yang kita lakukan.
Ada banyak pilihan-pilihan yang dapat kita tentukan dalam menghadapi permasalahan, salah satu pilihan adalah dengan berdiam diri sembari menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sikap dan tindakan lain untuk menyelesaikan permasalahan dengan solusi terbaik, karena walau bagaimanapun diatas pilihan berdiam diri ada yang lebih tinggi derajatnya adalah dengan melakukan tindakan atau action dalam menghadapi sebuah masalah
Sebagaimana hidup adalah pilihan dengan cara-cara menjalani kehidupan yang kita pilih, dari mulai permasalahan sederhana hingga permasalahan yang kita anggap besar, mengapa ada masalah besar dan ada masalah kecil? keduanya kembali kepada diri kita dalam menghadapinya, masalah akan dirasa kecil jika kita memandang permaslahan tersebut dengan sudut pandang yang positif serta kesiapan dalam mengantisipasi solusi yang baik juga
kematangan pribadi, begitupun sebaliknya, permasalahan akan terasa besar jika kita melihatnya dengan sudut pandang yang salah serta tidak siapnya kita dengan solusi terbaik karena kurangnya pemahaman, kurang ilmu, kurang pengalaman serta minimnya kematangan pribadi.
Dari semua itu, besar dan kecilnya permasalahan kata kuncinya kembali seberapa besar pakaian kebesaran jiwa yang kita kenakan? Menjadi orang besar ataupun kecil adalah pilihan bagaimana kita menjalani hidup dan membekali hidup, dan beruntunglah orang-orang yang selalu menanamkan jiwa besar dan selalu merawatnya dengan baik...
Ada banyak pilihan-pilihan yang dapat kita tentukan dalam menghadapi permasalahan, salah satu pilihan adalah dengan berdiam diri sembari menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sikap dan tindakan lain untuk menyelesaikan permasalahan dengan solusi terbaik, karena walau bagaimanapun diatas pilihan berdiam diri ada yang lebih tinggi derajatnya adalah dengan melakukan tindakan atau action dalam menghadapi sebuah masalah
Sebagaimana hidup adalah pilihan dengan cara-cara menjalani kehidupan yang kita pilih, dari mulai permasalahan sederhana hingga permasalahan yang kita anggap besar, mengapa ada masalah besar dan ada masalah kecil? keduanya kembali kepada diri kita dalam menghadapinya, masalah akan dirasa kecil jika kita memandang permaslahan tersebut dengan sudut pandang yang positif serta kesiapan dalam mengantisipasi solusi yang baik juga
kematangan pribadi, begitupun sebaliknya, permasalahan akan terasa besar jika kita melihatnya dengan sudut pandang yang salah serta tidak siapnya kita dengan solusi terbaik karena kurangnya pemahaman, kurang ilmu, kurang pengalaman serta minimnya kematangan pribadi.
Dari semua itu, besar dan kecilnya permasalahan kata kuncinya kembali seberapa besar pakaian kebesaran jiwa yang kita kenakan? Menjadi orang besar ataupun kecil adalah pilihan bagaimana kita menjalani hidup dan membekali hidup, dan beruntunglah orang-orang yang selalu menanamkan jiwa besar dan selalu merawatnya dengan baik...
Senin, 17 Oktober 2016
Utamakan Isi Atau Substansi Daripada Bungkus Atau Kemasannya
Utamakan Isi Atau Substansi Daripada Bungkus Atau Kemasannya
Seperti kejadian pada sebuah botol yang biasa kita temui:
Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribu an...
Kalau diisi jus buah, harganya 10 ribu an...
Kalau diisi Madu , harganya Ratusan ribu...
Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan.
TAPI....
Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada yg suka....
Sama-sama botol t e t a p i harganya berbeda, sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda...
Begitu juga dengan kita ; perhatikanlah dan kejarlah ISInya
"Rumah yg indah" hanya bungkusnya
"Keluarga bahagia" itu isinya.
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya
"Cinta kasih, Pengertian, & Tanggung jawab" itu isinya.
"Ranjang mewah" hanya bungkusnya,
"Tidur nyenyak" itu isinya.
"Kekayaan" itu hanya bungkusnya,
"Hati yang gembira" itu isinya.
"Makan enak" hanya bungkusnya,
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya.
"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya;
"Kepribadian dan Hati" itu isinya.
"Bicara" itu hanya bungkusnya,
"Kenyataan" itu isinya.
"Buku" hanya bungkusnya;
"Pengetahuan" itu isinya.
"Jabatan" hanya bungkusnya,
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya.
"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkusnya,
"Melakukan Ajaran Agama" itu isinya.
"Kharisma" hanya bungkusnya,
"Karakter" itu isinya.
"Rizqi" itu hanya bungkusnya.
"Barokah" itu isinya.
Hidup akan sangat melelahkan
Sia-sia & menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya. Maka, bedakanlah apa itu "BUNGKUS"-nya & apa itu "ISI"-nya.
Utamakanlah ISINYA, serta tetaplah merawat BUNGKUSNYA dengan baik..
Seperti kejadian pada sebuah botol yang biasa kita temui:
Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribu an...
Kalau diisi jus buah, harganya 10 ribu an...
Kalau diisi Madu , harganya Ratusan ribu...
Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan.
TAPI....
Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada yg suka....
Sama-sama botol t e t a p i harganya berbeda, sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda...
Begitu juga dengan kita ; perhatikanlah dan kejarlah ISInya
"Rumah yg indah" hanya bungkusnya
"Keluarga bahagia" itu isinya.
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya
"Cinta kasih, Pengertian, & Tanggung jawab" itu isinya.
"Ranjang mewah" hanya bungkusnya,
"Tidur nyenyak" itu isinya.
"Kekayaan" itu hanya bungkusnya,
"Hati yang gembira" itu isinya.
"Makan enak" hanya bungkusnya,
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya.
"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya;
"Kepribadian dan Hati" itu isinya.
"Bicara" itu hanya bungkusnya,
"Kenyataan" itu isinya.
"Buku" hanya bungkusnya;
"Pengetahuan" itu isinya.
"Jabatan" hanya bungkusnya,
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya.
"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkusnya,
"Melakukan Ajaran Agama" itu isinya.
"Kharisma" hanya bungkusnya,
"Karakter" itu isinya.
"Rizqi" itu hanya bungkusnya.
"Barokah" itu isinya.
Hidup akan sangat melelahkan
Sia-sia & menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya. Maka, bedakanlah apa itu "BUNGKUS"-nya & apa itu "ISI"-nya.
Utamakanlah ISINYA, serta tetaplah merawat BUNGKUSNYA dengan baik..
Minggu, 16 Oktober 2016
Bogor Nu Urang
Tah di dinya, ku andika adegkeun eta dayeuh
laju ngaranan Bogor
sabab bogor teh hartina tunggul kawung
Ari tunggul kawung
emang ge euweuh hartina
euweuh soteh ceuk nu teu ngarti
Ari sababna, ngaran mudu Bogor
sabab bogor mah dijieun suluh teu daek hurung
teu melepes tapi ngelun
haseupna teu mahi dipake muput
Tapi amun dijieun tetengger
sanggup nungkulan windu
kuat milangan mangsa
Amun kadupak
matak borok nu ngadupakna
moalgeuwat cageur tah inyana
Amun katajong?
mantak bohak nu najongna
moal geuwat waras tah cokorna
Tapi, amun dijieun kekesed?
sing nyaraho
isukan jaga pageto
bakal harudang pating kodongkang
nu ngawarah si calutak
Tah kitu!
ngaranan ku andika eta dayeuh
Dayeuh Bogor!
[Pantun Pa Cilong]
laju ngaranan Bogor
sabab bogor teh hartina tunggul kawung
Ari tunggul kawung
emang ge euweuh hartina
euweuh soteh ceuk nu teu ngarti
Ari sababna, ngaran mudu Bogor
sabab bogor mah dijieun suluh teu daek hurung
teu melepes tapi ngelun
haseupna teu mahi dipake muput
Tapi amun dijieun tetengger
sanggup nungkulan windu
kuat milangan mangsa
Amun kadupak
matak borok nu ngadupakna
moalgeuwat cageur tah inyana
Amun katajong?
mantak bohak nu najongna
moal geuwat waras tah cokorna
Tapi, amun dijieun kekesed?
sing nyaraho
isukan jaga pageto
bakal harudang pating kodongkang
nu ngawarah si calutak
Tah kitu!
ngaranan ku andika eta dayeuh
Dayeuh Bogor!
[Pantun Pa Cilong]
Rabu, 12 Oktober 2016
Satu Tahun Tragedi Kampung Pulo
Satu
tahun lebih telah berlalu, ketika di suatu pagi yang cerah dan mencekam
terjebak dalam semrawutnya kendaraan hingga terpapar gas air mata yang
ditembakkan untuk menghalau kerumunan warga yang marah atas pembongkaran
kampung pulo di bilangan Jatinegara.
Pagi inipun terpaksa harus menepi karena hujan mengguyur para pelaju. Setelah reda suasananya jelas berbeda, sembari ditemani pemandangan derasnya kali Ciliwung yang berpacu dengan para pekerja dengan mesin-mesinnya terus mempersolek kota tiada henti.
Semoga geliat pembangunan tidak hanya di sini, karena Indonesia bukan hanya Jakarta, agar kemakmuran bisa merata di seluruh nusantara..!!!
Pagi inipun terpaksa harus menepi karena hujan mengguyur para pelaju. Setelah reda suasananya jelas berbeda, sembari ditemani pemandangan derasnya kali Ciliwung yang berpacu dengan para pekerja dengan mesin-mesinnya terus mempersolek kota tiada henti.
Semoga geliat pembangunan tidak hanya di sini, karena Indonesia bukan hanya Jakarta, agar kemakmuran bisa merata di seluruh nusantara..!!!
Selasa, 26 Juli 2016
Dua Eyang Di Bukit Menyan Sarengseng Dan Geulis
Dua gerbang berdiri dengan anggun
saling berhadap-hadapan sebagai penanda pintu masuk dua kawasan berbeda di tiga
bukit yang telah dibedah menjadi kawasan peternakan dan kawasan pendidikan,
dapat kita lihat di lintasan jalan yang membentang dari Cemplang-Cibunian
Kecamatan Pamijahan dan Cibungbulang Bogor.
Apakah dibangunnya dua gerbang yang
saling berhadapan ini ada kaitan dengan kedekatan dua "eyang" sebagai
perintis pembangunan dua kawasan ini? Khalayak umum mengenal dua eyang ini pada
masanya punya pengaruh kuat dalam perjalanan bangsa ini.
Gerbang yang pertama,terletak di
bukit sarengseng dan Bukit geulis, disini kami lebih akrab menyebutnya dengan
"gunung geulis" dan "gunung sarengseng", dua gunung ini
disulap menjadi kawasan peternakan ketika "eyang Suharto" sedang
kuat-kuatnya menggenggam kekuasaannya.
Dua gunung dalam kenangan masa
kecilku adalah tempat yang sangat menyenangkan ketika musim buah telah datang.
Kecapi, kupa, kemang, juga durian adalah yang paling mudah didapat ketika dua
gunung ini masih menjadi milik warga, dan yang tak boleh dilupakan jika pulang
dari mengambil buah ini sepikulan kayu bakar harus dibawa untuk menyenangkan
nenek buyutku yang punya tempat di gunung itu.
Selain untuk mencari buah-buahan, di
gunung geulis terdapat sebuah kolam kecil yang kalau kami bermain disini serasa
menjadi orang kaya yang banyak uang, kami menyebut kolam kecil ini dengan:
"situ duit", cukup dengan mencelupkan kepala kedasar kolam, disitu akan
nampak bertebaran uang logam yang begitu banyak, setelah kepala diangkat diatas
air ternyata semua hanyalah fatamorgana belaka, hingga saat inipun belum pernah
terdengar kajian ilmiahnya, kenapa pasir dan bebatuan di "situ duit"
ini seolah-olah seperti uang logam jika dilihat dibawah air.
Sedangkan di gunung sarengseng
paling menyenangkan jika sampai ke puncaknya karena hamparan persawahan dan
perkampungan akan terlihat sangat jelas dan eksotis dari ketinggian gunung,
suasana yang berbeda akan didapat jika mendekati daerah yang bercadas, yang
dikenal dengan "cadas jantung".tempat yang memang ngeri-ngeri sedap.
Kini segalanya telah banyak berubah,
ketika sebuah rencana atas nama pembangunan di era orde baru digulirkan untuk
membangun sebuah kawasan peternakan sapi, "Jer besuki mawa bea” adalah
tuah orde baru yang jadi panglima yakni bahwa modal dan kaum bermodal
harus diberi kesempatan seluas-luasnya dan meraih keuntungan yang
sebesar-besarnya. pembangunannya dipaksakan ditengah
kawasan masyarakat yang tidak punya latar belakang peternak sapi.
Tapi apalah
daya jika sang “smailing general” eyang Suharto sudah mengarahkan telunjuknya
pada saat itu, tidak ada yang berani melawan untuk tidak menjual tanahnya di dua
kawasan gunung sarengseng dan gunung geulis kepada para cukong yang menangani
pembangunan peternakan sapi tersebut, tanah bukit yang ada terpaksa dilepas
dihargai dengan hanya 15 ribu rupiah, itupun harus kena potongan para calo yang
tidak bertanggung jawab. Hanya ada satu orang yang bersikukuh pada waktu itu
yang tidak mau menyerahkan tanah keluarga yang dimilikinya untuk dijual, yaitu
seorang Mayor tentara yang masih aktif, Mayor Badrudin kami mengenalnya yang
kini menikmati masa pensiunnya di kampung, perlawanan yang dilakukannya adalah
symbol perlawanan dari seorang yang mewarisi darah anak pejuang kemerdekaan
dari ayahnya.
Beberapa tahun kemudian dibangun
pula gerbang yang kedua yang terletak di gunung menyan sebagai pintu masuk
sebuah kawasan pendidikan dan agrobisnis, dibangun seorang taipan pemilik grup
bisnis “Sahid group” diantaranya memiliki jaringan perhotelan yang tersebar di
berbagai kota besar, percetakan dan media massa “Bisnis Indonesia” serta bidang
usaha lainnya. Cerita tentang sengkarut pembebasan lahan di gunung menyanpun
nyais tanpa ekses yang berarti, tidak sedramatis pembebasan lahan di gunung
sarengseng dan gunung menyan, karena yayasan yang didirikannya ia namakan
dengan “Yayasan Khusnul Khatimah”.
Sesuai dengan dengan namanya cara-cara yang baik dalam pembebasan lahan dan
kegiatan yang dilakukan dalam bidang pendidikan dan sosial adalah sebagai
pengabdian akhir pengisi masa tua pemilik yayasan ini, yaitu : “Eyang Sukamdani
Sahid Gitosarjono”, yang membangun kawasan pendidikan dan pesantren dari mulai
tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
Di gunung menyan inipun cerita bagaimana jika musim
buah telah tiba adalah masa-masa yang sangat menyenangkan, cerita gotong royong
warga yang mengambil pohon bambu untuk membangun kampung ataupun tempat ibadah
adalah tempat yang menjadi tujuan, pernah pula pada suatu hari ketika kakak
tertua saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Bagdad Irak meminta foto
adik-adiknya di kampung, kami melakukan pose-pose dihamparan sawah dengan view gunung
menyan ini, kawan kakak saya ini memberikan komentar yang takjub atas keindahan
gunung menyan dan mengatakan bahwa kami ini tinggal di Negara yang
dihiasi“surga yang indah”.
Diantara dua gerbang kawasan ini
terbentuklah sebuah median jalan yang lapang dan dijadikan sebagai destinasi
keramaian yang mengubah wajah kampung yang tadinya sepi dan terkesan mencekam
ketika di malam hari menjadi tempat yang ramai dan sering dikunjungi orang,
padahal pada awalnya tempat ini jarang disinggahi orang karena cerita-cerita
mistik yang berkembang, konon suatu kejadian pernah menimpa seorang sopir truk
pengangkut batu kapur yang bernama “Acang” terjatuh kedalam jurang yang ada
disana, hingga tempat ini dijuluki dengan “ragrag ki acang”. Kini ceritanya
lain lagi tempat yang tadinya “menyeramkan”, setelah kawasan peternakan sapi
diresmikan langsung oleh presiden Suharto pada waktu itu, kawasan persimpangan
ini akhirnya berubah julukan yang lebih nge-pop yaitu: “KANSAS”...
Selasa, 31 Mei 2016
Mars Dan Hymne Ibnu hajar
Mars dan hymne Ibnu Hajar ini merupakan dua buah lagu hasil karangan dari seorang Alumni sekolah Ibnu Hajar yang sekarang bermukim di kota Bandung yaitu Dra. Ida Rosyida. MA, dan saat ini menjadi salah seorang dosen di sebuah perguruan tinggi di kota tersebut.
Teks dan notasi dua lagu ini tersusun berkat bantuan suami beliau yang juga seorang pengajar di UIN Sunan gunung Djati Bandung DR. Imam Budiharjo. MA. Berikut teks dan notasi kedua lagu tersebut:
MARS "IBNU HAJAR"
5 4 3 4 5 6 5 3
Tunas bangsa ibnu hajar
1 7 6 1 7 6 5
Harapan ibu pertiwi
1 7 6 7 1 2 3 1
Singsingkan lengan bajumu
7 1 2 2 4 4 5 6 5
Menuju maju indonesia
5 4 3 4 5 6 5 3
##
Berjuang tak kenal lelah
1 7 6 1 7 6 5
Gapai cita mulia
1 7 6 7 1 2 4 4 3
Junjung tinggi akhlak mulia
7 1 2 2 2 1 7 2 1
Demi agam, nusa dan bangsa
Reff ##
1 1 6 7 1 1 7 6 5
Majulah tunas ibnu hajar
4 3 2 6 5 4 3
Tetaplah dalam islam
5 5 3 2 1 7 6
Ibnu hajar tercinta
4 5 6 2 7 1
Jayalah selamanya
HYMNE "IBNU HAJAR"
Di sini kami mulai meniti
Bersama kami menempa diri
Di sini kami slalu mandiri
Tuk meraih ridha Ilahi
Bersama meraih cita-cita
Mencari ilmu nan berguna
Jadi generasi harapan bangsa
Pembangun umat berakhlak mulia
Reff.
Ibnu Hajar tercinta
Jasamu tak lekang selamanya
Ibnu Hajar tercinta
Semoga Allah menjaga
Teks dan notasi dua lagu ini tersusun berkat bantuan suami beliau yang juga seorang pengajar di UIN Sunan gunung Djati Bandung DR. Imam Budiharjo. MA. Berikut teks dan notasi kedua lagu tersebut:
MARS "IBNU HAJAR"
5 4 3 4 5 6 5 3
Tunas bangsa ibnu hajar
1 7 6 1 7 6 5
Harapan ibu pertiwi
1 7 6 7 1 2 3 1
Singsingkan lengan bajumu
7 1 2 2 4 4 5 6 5
Menuju maju indonesia
5 4 3 4 5 6 5 3
##
Berjuang tak kenal lelah
1 7 6 1 7 6 5
Gapai cita mulia
1 7 6 7 1 2 4 4 3
Junjung tinggi akhlak mulia
7 1 2 2 2 1 7 2 1
Demi agam, nusa dan bangsa
Reff ##
1 1 6 7 1 1 7 6 5
Majulah tunas ibnu hajar
4 3 2 6 5 4 3
Tetaplah dalam islam
5 5 3 2 1 7 6
Ibnu hajar tercinta
4 5 6 2 7 1
Jayalah selamanya
HYMNE "IBNU HAJAR"
Di sini kami mulai meniti
Bersama kami menempa diri
Di sini kami slalu mandiri
Tuk meraih ridha Ilahi
Bersama meraih cita-cita
Mencari ilmu nan berguna
Jadi generasi harapan bangsa
Pembangun umat berakhlak mulia
Reff.
Ibnu Hajar tercinta
Jasamu tak lekang selamanya
Ibnu Hajar tercinta
Semoga Allah menjaga
Kecewa Dan Harapan
Kecewa dan harapan adalah dua situasi yang akan selalu ditemukan oleh siapapun manusia yang masih menjalani kehidupannya, bagi sebagian orang terasa ada jarak yang terbentang jauh dalam penyikapan menghadapi sebuah situasi kehidupan.
Rasa kecewa akan timbul jika seseorang terlalu berharap lebih dari yang diinginkannya, jadi kecewa akan tumbuh subur bagi orang yang terlalu berharap, dan hal ini akan menjadi suatu hal yang negatif pada dirinya.
Sedangkan sebuah harapan akan bersemi dan tumbuh subur bagi orang yang menempatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada manusia dan makhluk lainnya tidak akan lepas dari ketentuan dan takdir yang telah digariskan oleh Tuhan yang maha mengatur segala kehidupan, dan sikap yang timbul adalah melakukan setiap tindakan dengan sebaik-baik upaya dengan dibarengi kepasrahan total atas hasil yang akan diperolehnya.
Dapat dikatakan antara kecewa dan harapan adalah dua hal yang bersisian dan teramat tipis perbedaannya yang kata kuncinya adalah sikap apakah yang timbul dalam merespon sebuah situasi atau kejadian.
Ingin hidup lebih sehat dan mencapai kemenangan?? Maka Harapan haruslah menjadi mahkota kehidupan kita...!!!
Rasa kecewa akan timbul jika seseorang terlalu berharap lebih dari yang diinginkannya, jadi kecewa akan tumbuh subur bagi orang yang terlalu berharap, dan hal ini akan menjadi suatu hal yang negatif pada dirinya.
Sedangkan sebuah harapan akan bersemi dan tumbuh subur bagi orang yang menempatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada manusia dan makhluk lainnya tidak akan lepas dari ketentuan dan takdir yang telah digariskan oleh Tuhan yang maha mengatur segala kehidupan, dan sikap yang timbul adalah melakukan setiap tindakan dengan sebaik-baik upaya dengan dibarengi kepasrahan total atas hasil yang akan diperolehnya.
Dapat dikatakan antara kecewa dan harapan adalah dua hal yang bersisian dan teramat tipis perbedaannya yang kata kuncinya adalah sikap apakah yang timbul dalam merespon sebuah situasi atau kejadian.
Ingin hidup lebih sehat dan mencapai kemenangan?? Maka Harapan haruslah menjadi mahkota kehidupan kita...!!!
Rabu, 06 April 2016
ANTARA JAGIR DAN WONOKROMO
Antara Jagir dan Wonokromo, sepanjang perjalanan yang ditingkahi indah dan landainya arus kali Surabaya menemani kenangan kebaikan di waktu itu...
Antara Jagir dan Wonokromo, ketika pagi siang dan malam, sebuah perjalanan kehidupan yang berpanta-panta sedang ditatahkan....
Antara jagir dan Wonokromo, teringat ibu kost yang teramat baik, "Tante Isah" biasa kami dan teman-teman memanggil namanya, yang setiap pagi mempersiapkan sarapan lengkap dengan segelas susu,teh dan kopi, kadang makan siang dan makan malam yang dihidangkannya yang kami nikmati penuh keceriaan dengan keluarganya, dan ku yakin bukan hukum ekonomi yang dikedepankan dalam mengelola tempat kost yang dimilikinya, karena tak akan sebanding apa yang diberikan kepada kami dengan jumlah rupiah yang dibayarkan padanya...
Antara Jagir dan Wonokromo, kenangan indah di "kota buaya", terkadang malam-malam panjang kadang kami habiskan untuk bercengkrama dibawah patung dua buaya yang menjadi ikon kota, jika lebih ingin leluasa kamipun melipir agak sedikit ke belakang untuk bermain-main di taman gerbang kebun binatang Surabaya....
Antara Jagir dan Wonokromo melintasi jalan Paneleh, teringat sebuah perjalanan seorang "Koesno kecil si Putra sang Pajar", dilahirkan dan menjalani masa-masa kecil di rumah orang tuanya yang sempit penuh keprihatinan, kesehariannya melebur dengan napas dan gerak orang disekelilingnya, "Sarinah " turut mendampinginya dan memberi kesan khusus hingga akhirnya ia jadikan sebuah judul buku, sebagai simbol kebaikan dan perjuangan wanita Indonesia juga nama pada sebuah gedung megah yang pertama kali ia bangun di Jakarta miliknya, bersamaan dengan bundaran air mancur juga hotel Indonesia-nya.....
Antara Jagir dan Wonokromo,menyusuri kawasan kembang jepun "jembatan merah", adalah hal menyenangkan melihat deretan pertokoan, juga kenangan betapa heroiknya arek-arek Suroboyo pada 10 nopember 1945 melawan serangan tentara sekutu yang dibakar semangatnya oleh "Bung Tomo", di malam jum'at suasana agak sedikit berbeda dengan berjalan agak ke atas melewat gang sempit, sebuah keramaian para peziarah yang mengunjungi masjid "Sunan Ampel", adalah kenikmatan tersendiri untuk ikut hanyut dalam kekhusukan di dalamnya....
Antara Jagir dan Wonokromo,perjalanan ini harus dilalui dengan hati yang sedikit sentimentil kurasakan, ketika tidak lama setelah dengan "bismillah dan syahadat" aku pinang dan kunikahi "engkau"..! Kemudian harus aku tinggalkan bersama janin dalam kandungan demi sebuah perjalanan 'struggle for life" untuk membangun marwah diri,engkau dan bahtera yang telah kita jadikan biduk perjalanan bersama.....
Antara Jagir dan Wonokromo, lima belas tahun masa itu, bukanlah panjang ataupun pendeknya perjalanan, tetapi arti dari sebuah perjuangan,kesetiaan dan intimasi dua makhluk yang dipertautkan Allah untuk saling menjaga, menjadi landasan agar kebahagiaan hakiki dunia akhirat kita raih bersama.....
Antara Jagir dan Wonokromo...!!
Akupun..!!
Engkaupun...!!
Bersama Allahku,,, Allahmu,,,, Allah kita semua....... Kita selalu memohon petunjuk dan perlindungan-Nya, agar terhindar dari segala marabahaya dan celaka yang selalu mengintai setiap saat......
Antara Jagir dan Wonokromo, ketika pagi siang dan malam, sebuah perjalanan kehidupan yang berpanta-panta sedang ditatahkan....
Antara jagir dan Wonokromo, teringat ibu kost yang teramat baik, "Tante Isah" biasa kami dan teman-teman memanggil namanya, yang setiap pagi mempersiapkan sarapan lengkap dengan segelas susu,teh dan kopi, kadang makan siang dan makan malam yang dihidangkannya yang kami nikmati penuh keceriaan dengan keluarganya, dan ku yakin bukan hukum ekonomi yang dikedepankan dalam mengelola tempat kost yang dimilikinya, karena tak akan sebanding apa yang diberikan kepada kami dengan jumlah rupiah yang dibayarkan padanya...
Antara Jagir dan Wonokromo, kenangan indah di "kota buaya", terkadang malam-malam panjang kadang kami habiskan untuk bercengkrama dibawah patung dua buaya yang menjadi ikon kota, jika lebih ingin leluasa kamipun melipir agak sedikit ke belakang untuk bermain-main di taman gerbang kebun binatang Surabaya....
Antara Jagir dan Wonokromo melintasi jalan Paneleh, teringat sebuah perjalanan seorang "Koesno kecil si Putra sang Pajar", dilahirkan dan menjalani masa-masa kecil di rumah orang tuanya yang sempit penuh keprihatinan, kesehariannya melebur dengan napas dan gerak orang disekelilingnya, "Sarinah " turut mendampinginya dan memberi kesan khusus hingga akhirnya ia jadikan sebuah judul buku, sebagai simbol kebaikan dan perjuangan wanita Indonesia juga nama pada sebuah gedung megah yang pertama kali ia bangun di Jakarta miliknya, bersamaan dengan bundaran air mancur juga hotel Indonesia-nya.....
Antara Jagir dan Wonokromo,menyusuri kawasan kembang jepun "jembatan merah", adalah hal menyenangkan melihat deretan pertokoan, juga kenangan betapa heroiknya arek-arek Suroboyo pada 10 nopember 1945 melawan serangan tentara sekutu yang dibakar semangatnya oleh "Bung Tomo", di malam jum'at suasana agak sedikit berbeda dengan berjalan agak ke atas melewat gang sempit, sebuah keramaian para peziarah yang mengunjungi masjid "Sunan Ampel", adalah kenikmatan tersendiri untuk ikut hanyut dalam kekhusukan di dalamnya....
Antara Jagir dan Wonokromo,perjalanan ini harus dilalui dengan hati yang sedikit sentimentil kurasakan, ketika tidak lama setelah dengan "bismillah dan syahadat" aku pinang dan kunikahi "engkau"..! Kemudian harus aku tinggalkan bersama janin dalam kandungan demi sebuah perjalanan 'struggle for life" untuk membangun marwah diri,engkau dan bahtera yang telah kita jadikan biduk perjalanan bersama.....
Antara Jagir dan Wonokromo, lima belas tahun masa itu, bukanlah panjang ataupun pendeknya perjalanan, tetapi arti dari sebuah perjuangan,kesetiaan dan intimasi dua makhluk yang dipertautkan Allah untuk saling menjaga, menjadi landasan agar kebahagiaan hakiki dunia akhirat kita raih bersama.....
Antara Jagir dan Wonokromo...!!
Akupun..!!
Engkaupun...!!
Bersama Allahku,,, Allahmu,,,, Allah kita semua....... Kita selalu memohon petunjuk dan perlindungan-Nya, agar terhindar dari segala marabahaya dan celaka yang selalu mengintai setiap saat......
Langganan:
Postingan (Atom)
