Sabtu, 29 Oktober 2016

Finding Nemo Dan Finding Dory Yang Inspiratif

Finding Nemo dan Finding Dory dua  buah serial yang memberikan inspirasi dan pelajaran tentang kehidupan dunia hewan, secara nyata dua seri film ini yang mengadaptasi cerita kehidupan manusia ataupun makhluk hidup tentang arti sebuah kesungguhan, keramahan, kesetiakawanan dalam kehidupan yang berkaitan dengan lingkungan di sekitar kita,

Sesuatu yang dianggap tidak mungkin karena keterbatasan-keterbatasan yang melekat pada seseorang, pada akhirnya akan bisa dilewati oleh nilai-nilai positif dan kegigihan dalam menggapai sebuah tujuan.

Finding Nemo ataupun Finding Dory adalah bagian kehidupan kita yang layak untuk ditonton lalu kita ambil pesan-pesan terbaik dari semua alur cerita yang terjadi, sebuah hiburan yang layak ditonton oleh semua kalangan. I like it...!!

Senin, 24 Oktober 2016

Ketika Diam Lebih Baik Daripada Hanya Sekedar Mengeluh

Ketika diam lebih baik daripada hanya sekedar mengeluh dapat menjadi pilihan sikap yang dijalani dalam menghadapi situasi permasalahan dengan kesadaran penuh bahwa sikap tersebut adalah salah satu jalan agar permasalahan tidak semakin rumit dan membebani perjalanan yang kita lakukan.

Ada banyak pilihan-pilihan yang dapat kita tentukan dalam menghadapi permasalahan, salah satu pilihan adalah dengan berdiam diri sembari menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sikap dan tindakan lain untuk menyelesaikan permasalahan dengan solusi terbaik, karena walau bagaimanapun diatas pilihan berdiam diri ada yang lebih tinggi derajatnya adalah dengan melakukan tindakan atau action dalam menghadapi sebuah masalah

Sebagaimana hidup adalah pilihan dengan cara-cara menjalani kehidupan yang kita pilih, dari mulai permasalahan sederhana hingga permasalahan yang kita anggap besar, mengapa ada masalah besar dan ada masalah kecil? keduanya kembali kepada diri kita dalam menghadapinya, masalah akan dirasa kecil jika kita memandang permaslahan tersebut dengan sudut pandang yang positif serta kesiapan dalam mengantisipasi solusi yang baik juga
 kematangan pribadi, begitupun sebaliknya, permasalahan akan terasa besar jika kita melihatnya dengan sudut pandang yang salah serta tidak siapnya kita dengan solusi terbaik karena kurangnya pemahaman, kurang ilmu, kurang pengalaman serta minimnya kematangan pribadi.

Dari semua itu, besar dan kecilnya permasalahan kata kuncinya kembali seberapa besar pakaian kebesaran jiwa yang kita kenakan? Menjadi orang besar ataupun kecil adalah pilihan bagaimana kita menjalani hidup dan membekali hidup, dan beruntunglah orang-orang yang selalu menanamkan jiwa besar dan selalu merawatnya dengan baik...

Senin, 17 Oktober 2016

Utamakan Isi Atau Substansi Daripada Bungkus Atau Kemasannya

Utamakan Isi Atau Substansi Daripada Bungkus Atau Kemasannya
Seperti kejadian pada sebuah botol yang biasa kita temui:
Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribu an...
Kalau diisi jus buah, harganya 10 ribu an...
Kalau diisi Madu , harganya Ratusan ribu...
Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan.
TAPI....
Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada yg suka....

Sama-sama botol t e t a p i harganya berbeda, sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda...

Begitu juga dengan kita ; perhatikanlah dan kejarlah ISInya

"Rumah yg indah" hanya bungkusnya
"Keluarga bahagia" itu isinya.

"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya
"Cinta kasih, Pengertian, & Tanggung jawab" itu isinya.

"Ranjang mewah" hanya bungkusnya,
"Tidur nyenyak" itu isinya.

"Kekayaan" itu hanya bungkusnya,
"Hati yang gembira" itu isinya.

"Makan enak" hanya bungkusnya,
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya.

"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya;
"Kepribadian dan Hati" itu isinya.

"Bicara" itu hanya bungkusnya,
"Kenyataan" itu isinya.

"Buku" hanya bungkusnya;
"Pengetahuan" itu isinya.

"Jabatan" hanya bungkusnya,
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya.

"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkusnya,
"Melakukan Ajaran Agama" itu isinya.

"Kharisma" hanya bungkusnya,
"Karakter" itu isinya.

"Rizqi" itu hanya bungkusnya.
"Barokah" itu isinya.

Hidup akan sangat melelahkan
Sia-sia & menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya. Maka, bedakanlah apa itu "BUNGKUS"-nya & apa itu "ISI"-nya.

Utamakanlah ISINYA, serta tetaplah merawat BUNGKUSNYA dengan baik..

Minggu, 16 Oktober 2016

Bogor Nu Urang

Tah di dinya, ku andika adegkeun eta dayeuh
laju ngaranan Bogor
sabab bogor teh hartina tunggul kawung

Ari tunggul kawung
emang ge euweuh hartina
euweuh soteh ceuk nu teu ngarti

Ari sababna, ngaran mudu Bogor
sabab bogor mah dijieun suluh teu daek hurung
teu melepes tapi ngelun
haseupna teu mahi dipake muput

Tapi amun dijieun tetengger
sanggup nungkulan windu
kuat milangan mangsa

Amun kadupak
matak borok nu ngadupakna
moalgeuwat cageur tah inyana

Amun katajong?
mantak bohak nu najongna
moal geuwat waras tah cokorna

Tapi, amun dijieun kekesed?
sing nyaraho
isukan jaga pageto
bakal harudang pating kodongkang
nu ngawarah si calutak

Tah kitu!
ngaranan ku andika eta dayeuh
Dayeuh Bogor!


[Pantun Pa Cilong]

Rabu, 12 Oktober 2016

Satu Tahun Tragedi Kampung Pulo




Satu tahun lebih telah berlalu, ketika di suatu pagi yang cerah dan mencekam terjebak dalam semrawutnya kendaraan hingga terpapar gas air mata yang ditembakkan untuk menghalau kerumunan warga yang marah atas pembongkaran kampung pulo di bilangan Jatinegara.

Pagi inipun terpaksa harus menepi karena hujan mengguyur para pelaju. Setelah reda suasananya jelas berbeda, sembari ditemani pemandangan derasnya kali Ciliwung yang berpacu dengan para pekerja dengan mesin-mesinnya terus mempersolek kota tiada henti.

Semoga geliat pembangunan tidak hanya di sini, karena Indonesia bukan hanya Jakarta, agar kemakmuran bisa merata di seluruh nusantara..!!!

Selasa, 26 Juli 2016

Dua Eyang Di Bukit Menyan Sarengseng Dan Geulis

Dua gerbang berdiri dengan anggun saling berhadap-hadapan sebagai penanda pintu masuk dua kawasan berbeda di tiga bukit yang telah dibedah menjadi kawasan peternakan dan kawasan pendidikan, dapat kita lihat di lintasan jalan yang membentang dari Cemplang-Cibunian Kecamatan Pamijahan dan Cibungbulang Bogor.

Apakah dibangunnya dua gerbang yang saling berhadapan ini ada kaitan dengan kedekatan dua "eyang" sebagai perintis pembangunan dua kawasan ini? Khalayak umum mengenal dua eyang ini pada masanya punya pengaruh kuat dalam perjalanan bangsa ini.

Gerbang yang pertama,terletak di bukit sarengseng dan Bukit geulis, disini kami lebih akrab menyebutnya dengan "gunung geulis" dan "gunung sarengseng", dua gunung ini disulap menjadi kawasan peternakan ketika "eyang Suharto" sedang kuat-kuatnya menggenggam kekuasaannya.

Dua gunung dalam kenangan masa kecilku adalah tempat yang sangat menyenangkan ketika musim buah telah datang. Kecapi, kupa, kemang, juga durian adalah yang paling mudah didapat ketika dua gunung ini masih menjadi milik warga, dan yang tak boleh dilupakan jika pulang dari mengambil buah ini sepikulan kayu bakar harus dibawa untuk menyenangkan nenek buyutku yang punya tempat di gunung itu.

Selain untuk mencari buah-buahan, di gunung geulis terdapat sebuah kolam kecil yang kalau kami bermain disini serasa menjadi orang kaya yang banyak uang, kami menyebut kolam kecil ini dengan: "situ duit", cukup dengan mencelupkan kepala kedasar kolam, disitu akan nampak bertebaran uang logam yang begitu banyak, setelah kepala diangkat diatas air ternyata semua hanyalah fatamorgana belaka, hingga saat inipun belum pernah terdengar kajian ilmiahnya, kenapa pasir dan bebatuan di "situ duit" ini seolah-olah seperti uang logam jika dilihat dibawah air.

Sedangkan di gunung sarengseng paling menyenangkan jika sampai ke puncaknya karena hamparan persawahan dan perkampungan akan terlihat sangat jelas dan eksotis dari ketinggian gunung, suasana yang berbeda akan didapat jika mendekati daerah yang bercadas, yang dikenal dengan "cadas jantung".tempat yang memang ngeri-ngeri sedap.

Kini segalanya telah banyak berubah, ketika sebuah rencana atas nama pembangunan di era orde baru digulirkan untuk membangun sebuah kawasan peternakan sapi, "Jer besuki mawa bea” adalah tuah orde baru yang jadi panglima yakni bahwa modal dan kaum bermodal harus diberi kesempatan seluas-luasnya dan meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. pembangunannya dipaksakan ditengah kawasan masyarakat yang tidak punya latar belakang peternak sapi.

Tapi apalah daya jika sang “smailing general” eyang Suharto sudah mengarahkan telunjuknya pada saat itu, tidak ada yang berani melawan untuk tidak menjual tanahnya di dua kawasan gunung sarengseng dan gunung geulis kepada para cukong yang menangani pembangunan peternakan sapi tersebut, tanah bukit yang ada terpaksa dilepas dihargai dengan hanya 15 ribu rupiah, itupun harus kena potongan para calo yang tidak bertanggung jawab. Hanya ada satu orang yang bersikukuh pada waktu itu yang tidak mau menyerahkan tanah keluarga yang dimilikinya untuk dijual, yaitu seorang Mayor tentara yang masih aktif, Mayor Badrudin kami mengenalnya yang kini menikmati masa pensiunnya di kampung, perlawanan yang dilakukannya adalah symbol perlawanan dari seorang yang mewarisi darah anak pejuang kemerdekaan dari ayahnya. 

Beberapa tahun kemudian dibangun pula gerbang yang kedua yang terletak di gunung menyan sebagai pintu masuk sebuah kawasan pendidikan dan agrobisnis, dibangun seorang taipan pemilik grup bisnis “Sahid group” diantaranya memiliki jaringan perhotelan yang tersebar di berbagai kota besar, percetakan dan media massa “Bisnis Indonesia” serta bidang usaha lainnya. Cerita tentang sengkarut pembebasan lahan di gunung menyanpun nyais tanpa ekses yang berarti, tidak sedramatis pembebasan lahan di gunung sarengseng dan gunung menyan, karena yayasan yang didirikannya ia namakan dengan “Yayasan Khusnul Khatimah”.

Sesuai dengan dengan namanya  cara-cara yang baik dalam pembebasan lahan dan kegiatan yang dilakukan dalam bidang pendidikan dan sosial adalah sebagai pengabdian akhir pengisi masa tua pemilik yayasan ini, yaitu : “Eyang Sukamdani Sahid Gitosarjono”, yang membangun kawasan pendidikan dan pesantren dari mulai tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Di gunung  menyan inipun cerita bagaimana jika musim buah telah tiba adalah masa-masa yang sangat menyenangkan, cerita gotong royong warga yang mengambil pohon bambu untuk membangun kampung ataupun tempat ibadah adalah tempat yang menjadi tujuan, pernah pula pada suatu hari ketika kakak tertua saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Bagdad Irak meminta foto adik-adiknya di kampung, kami melakukan pose-pose dihamparan sawah dengan view gunung menyan ini, kawan kakak saya ini memberikan komentar yang takjub atas keindahan gunung menyan dan mengatakan bahwa kami ini tinggal di Negara yang dihiasi“surga yang indah”.

Diantara dua gerbang kawasan ini terbentuklah sebuah median jalan yang lapang dan dijadikan sebagai destinasi keramaian yang mengubah wajah kampung yang tadinya sepi dan terkesan mencekam ketika di malam hari menjadi tempat yang ramai dan sering dikunjungi orang, padahal pada awalnya tempat ini jarang disinggahi orang karena cerita-cerita mistik yang berkembang, konon suatu kejadian pernah menimpa seorang sopir truk pengangkut batu kapur yang bernama “Acang” terjatuh kedalam jurang yang ada disana, hingga tempat ini dijuluki dengan “ragrag ki acang”. Kini ceritanya lain lagi tempat yang tadinya “menyeramkan”, setelah kawasan peternakan sapi diresmikan langsung oleh presiden Suharto pada waktu itu, kawasan persimpangan ini akhirnya berubah julukan yang lebih nge-pop yaitu: “KANSAS”...





Selasa, 31 Mei 2016

Mars Dan Hymne Ibnu hajar

Mars dan hymne Ibnu Hajar ini merupakan dua buah lagu hasil karangan dari seorang Alumni sekolah Ibnu Hajar yang sekarang bermukim di kota Bandung yaitu Dra. Ida Rosyida. MA, dan saat ini menjadi salah seorang dosen di sebuah perguruan tinggi di kota tersebut.

Teks dan notasi dua lagu ini tersusun berkat bantuan suami beliau yang juga seorang pengajar di UIN Sunan gunung Djati Bandung DR. Imam Budiharjo. MA. Berikut teks dan notasi kedua lagu tersebut:

MARS "IBNU HAJAR"

5 4 3 4 5 6 5 3
Tunas bangsa ibnu hajar
1 7 6 1 7 6 5
Harapan ibu pertiwi
1 7 6 7 1 2 3 1
Singsingkan lengan bajumu
7 1 2 2 4 4 5 6 5
Menuju maju indonesia
5 4 3 4 5 6 5 3
##
Berjuang tak kenal lelah
1 7 6 1 7 6 5
Gapai cita mulia
1 7 6 7 1 2 4 4 3
Junjung tinggi akhlak mulia
7 1 2 2 2 1 7 2 1
Demi agam, nusa dan bangsa


Reff ##


1 1 6 7 1 1 7 6 5
Majulah tunas ibnu hajar
4 3 2 6 5 4 3
Tetaplah dalam islam
5 5 3 2 1 7 6
Ibnu hajar tercinta
4 5 6 2 7 1
Jayalah selamanya




HYMNE "IBNU HAJAR"

Di sini kami mulai meniti

Bersama kami menempa diri

Di sini kami slalu mandiri

Tuk meraih ridha Ilahi

Bersama meraih cita-cita

Mencari ilmu nan berguna

Jadi generasi harapan bangsa

Pembangun umat berakhlak mulia

Reff. 

Ibnu Hajar tercinta

Jasamu tak lekang selamanya

Ibnu Hajar tercinta


Semoga Allah menjaga


Kecewa Dan Harapan

Kecewa dan harapan adalah dua situasi yang akan selalu ditemukan oleh siapapun manusia yang masih menjalani kehidupannya, bagi sebagian orang terasa ada jarak yang terbentang jauh  dalam penyikapan menghadapi sebuah situasi kehidupan.

Rasa kecewa akan timbul jika seseorang terlalu berharap lebih dari yang diinginkannya, jadi kecewa akan tumbuh subur bagi orang yang terlalu berharap, dan hal ini akan menjadi suatu hal yang negatif pada dirinya.

Sedangkan sebuah harapan akan bersemi dan tumbuh subur bagi orang yang menempatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada manusia dan makhluk lainnya tidak akan lepas dari ketentuan dan takdir yang telah digariskan oleh Tuhan yang maha  mengatur segala kehidupan, dan sikap yang timbul adalah melakukan setiap tindakan dengan sebaik-baik upaya dengan dibarengi kepasrahan total atas hasil yang akan diperolehnya.

Dapat dikatakan antara kecewa dan harapan adalah dua hal yang bersisian dan teramat tipis perbedaannya yang kata kuncinya adalah sikap apakah yang timbul dalam merespon sebuah situasi atau kejadian.

Ingin hidup lebih sehat dan mencapai kemenangan?? Maka Harapan haruslah menjadi mahkota kehidupan kita...!!!

Rabu, 06 April 2016

ANTARA JAGIR DAN WONOKROMO

Antara Jagir dan Wonokromo, sepanjang perjalanan yang ditingkahi indah dan landainya arus kali Surabaya menemani kenangan kebaikan di waktu itu...

Antara Jagir dan Wonokromo, ketika pagi siang dan malam, sebuah perjalanan kehidupan yang berpanta-panta sedang ditatahkan....

Antara jagir dan Wonokromo, teringat ibu kost yang teramat baik, "Tante Isah" biasa kami dan teman-teman memanggil namanya, yang setiap pagi mempersiapkan sarapan lengkap dengan segelas susu,teh dan kopi, kadang makan siang dan makan malam yang dihidangkannya yang kami nikmati penuh keceriaan dengan keluarganya, dan ku yakin bukan hukum ekonomi yang dikedepankan dalam mengelola tempat kost yang dimilikinya, karena tak akan sebanding apa yang diberikan kepada kami dengan jumlah rupiah yang dibayarkan padanya...

Antara Jagir dan Wonokromo, kenangan indah di "kota buaya", terkadang malam-malam panjang kadang kami habiskan untuk bercengkrama dibawah patung dua buaya yang menjadi ikon kota, jika lebih ingin leluasa kamipun melipir agak sedikit ke belakang untuk bermain-main di taman gerbang kebun binatang Surabaya....

Antara Jagir dan Wonokromo melintasi jalan Paneleh, teringat sebuah perjalanan seorang "Koesno kecil si Putra sang Pajar", dilahirkan dan menjalani masa-masa kecil di rumah orang tuanya yang sempit penuh keprihatinan, kesehariannya melebur dengan napas dan gerak orang disekelilingnya, "Sarinah " turut mendampinginya dan memberi kesan khusus hingga akhirnya ia jadikan sebuah judul buku, sebagai simbol kebaikan dan perjuangan wanita Indonesia juga nama pada sebuah gedung megah yang pertama kali ia bangun di Jakarta miliknya, bersamaan dengan bundaran air mancur juga hotel Indonesia-nya.....

Antara Jagir dan Wonokromo,menyusuri kawasan kembang jepun "jembatan merah", adalah hal menyenangkan melihat deretan pertokoan, juga kenangan betapa heroiknya arek-arek Suroboyo pada 10 nopember 1945 melawan serangan tentara sekutu yang dibakar semangatnya oleh "Bung Tomo", di malam jum'at suasana agak sedikit berbeda dengan berjalan agak ke atas melewat gang sempit, sebuah keramaian para peziarah yang mengunjungi masjid "Sunan Ampel", adalah kenikmatan tersendiri untuk ikut hanyut dalam kekhusukan di dalamnya....

Antara Jagir dan Wonokromo,perjalanan ini harus dilalui dengan hati yang sedikit sentimentil kurasakan, ketika tidak lama setelah dengan "bismillah dan syahadat" aku pinang dan kunikahi "engkau"..! Kemudian harus aku tinggalkan bersama janin dalam kandungan demi sebuah perjalanan 'struggle for life" untuk membangun marwah diri,engkau dan bahtera yang telah kita jadikan biduk perjalanan bersama.....

Antara Jagir dan Wonokromo, lima belas tahun masa itu, bukanlah panjang ataupun pendeknya perjalanan, tetapi arti dari sebuah perjuangan,kesetiaan dan intimasi dua makhluk yang dipertautkan Allah untuk saling menjaga, menjadi landasan agar kebahagiaan hakiki dunia akhirat kita raih bersama.....

Antara Jagir dan Wonokromo...!!

Akupun..!!

Engkaupun...!!

Bersama Allahku,,, Allahmu,,,, Allah kita semua....... Kita selalu memohon petunjuk dan perlindungan-Nya, agar terhindar dari segala marabahaya dan celaka yang selalu mengintai setiap saat......