Jumat, 24 Juli 2015

HUBUNGAN KOSMOLOGI BATU AKIK DENGAN PENOMENA SOSIAL

Hubungan kosmologi batu akik dan penomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar kita yang terjadi saat ini, salah satu yang bisa potret diantaranya dengan banyaknya masyarakat dari segala lapisan yang "demam' dengan batu akik.

Dari mulai masyarakat bawah yang berada di pelosok-pelosok desa hingga para pejabat, pesohor dan selebritis di perkotaan  punya kecenderungan dan perhatian seragam terhadap batu akik bisa kita ikuti pemberitannya di media massa setiap hari.

Dari sini timbul pertanyaan : Bisa begitu seragamnya dalam waktu bersamaan banyak orang yang tiba-tiba menjadi "demam batu akik". Tentu ini tidak terjadi secara kebetulan, ada faktor yang perlu dicermati yang menggerakan penomena ini. Ada kosmologi alam semesta yang menyertainya.

Tidak ada salahnya bagi siapapun yang punya ketertarikan dengan batu akik, sebagaimana halnya sebuah hobi, ketertarikan seseorang terhadap batu akik dapat dipersamakan seperti gandrungnya seseorang pada bidang olah raga, hobi memancing, juga ketertarikan memelihara burung juga binatang lainnya.

Berbagai macam hobi yang dilakukan baik dalam bentuk aktivitas ataupun dalam mengoleksi sesuatu barang tidaklah ada salahnya. Karena hobi adalah soal selera dan ketertarikan yang tidak bisa dibuat-buat dan siapapun tidak bisa untuk melarangnya.

Hobi apapun menjadi sesuatu kewajaran dan akan melekat dalam kehidupan manusia kapanpun dimanapun, yang menjadi  masalah jika sebuah hobi telah menjadikan kegiatan serta sumber daya kehidupan lain terbengkalai.

Hobi yang tidak mengenal waktu serta banyak mengorbankan banyak hal, baik  materi maupun non materi sehingga menjadi kontra produktif dengan aktifitas kehidupan pribadinya dan orang lain, adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun

Padahal jika dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai kadarnya, sesungguhnya hobipun bisa dijadikan sarana aktualisasi diri bahkan menjadi sumber mata pencaharian. Sebagaimana ada sebuah ungkapan yang mengatakan: "Yang membahagiakan itu jika melakukan sesuatu, hobi atau passion kemudian mendapat bayaran". "Nyam nyam" benar hidupnya orang yang seperti ini.

Akan halnya penomena merebaknya banyak orang yang gandrung atau hobi dengan batu akik akhir-akhir ini, jika dikaitkan dengan penomena sosial yang terjadi di negara kita Indonesia, yang kejadiannya begitu beringan dengan pelaksanaan pemilihan Presiden dan wakil presiden.

Tidak lama setelah pemilihan presiden diketahui siapa pemenangnya, kemudian mulai merebaklah booming orang-orang yang gandrung dengan batu akik ini. Apakah ini menjadi "pertanda alam" bahwa bangsa Indonesia digambarkan dalam memilih pemimpinnya lebih menitik beratkan pada sisi keindahan yang semu atau hasil sebuah "polesan", seperti halnya batu akik?

Dapat kita amati terbentuknya batu akik yang tadinya dari hanya sekedar batu biasa, kemudian mendapat polesan - digosok dan sentuhan yang terus-menerus, batu tersebut akan terlihat memukau dan membuat silau banyak orang.

Padahal sesungguhnya kita tidak boleh lupa bahwa ada yang lebih menarik dan tinggi nilainya dari sekedar batu akik. Yaitu berupa emas ataupun permata hingga berlian, yang sejatinya kemuliaan jenis logam mulia ini tidak akan terkalahkan oleh apapun dan tidak akan lapuk pula oleh waktu.

Ditarik dari penomena ini, seorang pemimpin yang senyatanya menjadi pilihan rakyat Indonesia melalui proses pemilu, telah menempatkan seorang presiden yang tadinya dari seorang walikota biasa di sebuah kota kecil "Solo", tetapi dengan polesan pencitraan dan pemberitaan media massa terus menerus, telah menyihir banyak orang yang kemudian silau dengan hasil pencitraan tersebut.

Padahal sesungguhnya setelah orang ini menjabat, belum genap satu tahun saja, kita saksikan pengelolaan negara ini tampak asal-asalan bahkan seperti sebuah dagelan yang sangat tidak lucu, karena memang akibat memilih pemimpin yang tidak banyak mengerti persoalan bangsanya.

Bahkan orang ini dipersonifikasikan seperti sebagai boneka dan petugas partai yang dimanfaatkan orang-orang di belakang layar yang memiliki kekuatan modal untuk merongrong kedaulatan negara. Berusaha dengan modal yang dimilikinya  memoles dan memberikan pencitraan terhadap pemimpin yang kemudian bisa diatur untuk kepentingan mereka.

Alhasil kualitas kepemimpinan semacam ini lambat laun semakin jelas terlihat, tidak siap dan tidak mampu menyelesaikan permasalahan bangsa yang begitu kompleks. Selanjutnya akan kita saksikan kegagapan hingga panggung sandiwara lucu yang akan terus sambung menyambung dalam mengelola negara yang besar ini.

Akankah "batu akik" ini mengalahkan"logam mulia" yang sejak awal sebatulnya diketahui dan disadari oleh banyak orang, tetapi terkadang kita silau dan lupa terhadap sesuatu yang semu dan lebih memilihnya untuk kepentingan sesaat.

Semoga "batu akik" ini akan segera berganti dengan "emas mulia bahkan intan berlian" yang memberikan kemilau cahayanya yang indah untuk kebahagiaan rakyatnya tidak dengan polesan dan pencitraan...

Selasa, 12 Mei 2015

Menuju Sebuah Kebangkitan Bersama

Menuju sebuah kebangkitan dalam perbaikan kualitas kehidupan pribadi dan lingkungan, harus dimulai dengan perbaikan kualitas pendidikan yang diperoleh oleh setiap pribadi-pribadi yang dimulai sejak dini atau bahkan pra lahir, karena pendidikan akan menentukan masa depan seseorang apakah akan menjadi manusia yang mempunyai bekal yang baik, atau hanya menjadi manusia yang tanpa isi karena minim bekal pendidikan dan keterampilan.

Dikatakan oleh para penuntun kehidupan atau para nabi dan rasul, setiap perbaikan yang dilakukan pada sebuah pribadi atau kaum(komunitas), akan selalu diawali dari perbaikan kualitas pendidikan, pendidikan yang paling mendasar sekali adalah pembinaan mental atau hati dengan dasar keimanan atau tauhid yang yang baik, karena setiap utusan yang di datangkan oleh Tuhan pada sebuah kaum adalah untuk memperbaiki kualitas kehidupannya yang diawali perbaikan kesehatan hati, keimanannya kepada Allah SWT, yang dilanjutkan dengan perbaikan kualitas kehidupan dengan bekal-bekal keterampilan hidup (Skill Education).

Dalam kitab suci telah dijelaskan bahwa, manusia-manusia pada zaman dahulu telah banyak pencapaian kemajuan dan kejayaan yang dibuktikan dalam kemajuan pengetahuan dan monumentasi kejayaan material, seperti yang digambarkan kemajuan yang diraih oleh Qarun, Fir’aun, Haman dan yang lainnya. Serta pencapaian kejayaan sebuah kaum yang digambarkan pada kaum Tsamud, Aad, ataupun jejak sejarahnya yang masih dapat kita temukan adalah kejayaan Romawi kuno, semuanya habis karena dihancurkan akibat sebuah kesombongan dan pembangkangan kepada kekuatan yang telah mengangkat ketinggian peradaban yang telah mereka peroleh, yaitu Tuhan penguasa seluruh kejayaan dan Keluhuran dan Keagungan, Allah SWT.

Hendaknya kebinasaan yang telah menimpa umat terdahulu dijadikan cerminan dalam membangun sebuah kemajuan yang kita rintis sekarang ini, baik kemajuan pemikiran maupun peradaban yang kita bangun, agar tidak melepaskan dimensi ke-Tuhanan, agar setiap kemajuan yang diperoleh kita selalu sadar bahwa, segala kekuatan dan kejayaan yang diperoleh manusia adalah semata-mata atas izin dan kehendak Allah SWT.

Kesadaran spiritual semacam ini akan menjadi bekal dan modal dasar dalam setiap usaha mencapai sebuah kejayaan yang akan dilakukan, baik berupa kejayaan materi ataupun kejayaan non materi, terlampau banyak kesempatan yang telah kita sia-siakan sehingga kita banyak tertinggal dalam berbagai hal dari orang-orang lain dibelahan sana, kini,!! Saatnya kita bangkit dan merebut kesempatan tersebut untuk kejayaan kita semua…

Masalah Dan Solusi

Masalah dan solusi merupakan dua mekanisme kehidupan yang akan mengiringi dalam perjalanan kehidupan manusia, setiap gerak dan napas yang dijalani setiap insan akan selalu dihadapkan dengan berbagai permasalahan, dan yang membedakan dari setiap manusia dalam menghadapi permasalahan adalah bagaimana menempatkan sudut pandang dalam mensikapi setiap permasalahan.

Kualitas manusia yang menghadapi sebuah permasalahan, akan ditentukan ketika dalam menyelesaikan permasalahannya tersebut (solving problem), bagi sebagian orang menghadapi sebuah permasalahan dia akan menempatkan sebagai bagian dari suratan atau babak perjalanan yang harus dihadapi serta berusaha untuk menemukan titik penyelesaian yag terbaik dengan kemampuan sudut pandang, pengetahuan dan kekuatan mentalnya, tipe orang semacam ini akan menempatkan sebuah permasalahan dalam sebuah wahana atau tempat yang positif, serta merawat sikap optimisme bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya.

Sebagian manusia yang lain, dalam menyikapi sebuah permasalahan terkadang menjadikan sebuah ganjalan dalam menjalani perjalanan kehidupanya, tipe manusia semacam ini, alih-alih mendapatkan penyelesaian dari permasalahan yag dihadapinya malah semakin membenamkan permasalahan sebagai pembenar dalam keterpurukan keadaan yang dihadapinya, tipe orang semacam ini sering kita dengar dan kita jumpai adalah ditandai seringnya keluhan-keluhan yang dilontarkannya tanpa berusaha untuk menemukan jalan keluar permasalahan yang dihadapinya, dan lebih tragis lagi malah ada yang dengan tanpa pertimbangan akal sehat dan nurani yang jernih dengan mengakhiri hidupnya dengan jalan mencelakakan diri atau kita kenal dengan “bunuh diri”.

Dua tipe manusia yang menghadapi permasalahan yang digambarkan seperti diatas, banyak dipengaruhi oleh pendidikan yang diperolehnya, juga pola asuh yang diperolehnya, serta pengaruh pergaulan dan lingkungannya,karena itu hendaknya setiap kita dapat menempatkan diri kita dan orang-orang terdekat kita untuk melindungi diri agar kebal terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang merusak kepribadian dan prilaku kita, berusaha mencari pengetahuan yang lebih luas dalam mensikapi permasalahan hidup, serta yang paling penting adalah tumbuh suburkan keimanan kepada Allah SWT, serta banyak-banyak mendekatkan diri kepadaNya.

Bekal keimanan diyakini dapat menjadi benteng yang paling tangguh dalam setiap menghadapi cobaan dan masalah kehidupan, serta patut diwaspadai juga adalah bahaya pengaruh “MPS” (Makhluk Penyedot Semangat) yang dalam Alqur’an digambarkan dalam surah Annas, yang timbul dari prilaku yang dilakukan oleh golongan jin dan manusia, kita berlindung kepada Allah agar terhindar dari prilaku buruk oleh dua golongan makhluk yang selalu kita hadapi setiap saat ini.

Selasa, 28 April 2015

Celoteh Awal Pembuka

Blog ini sebagai rintisan dalam mengaktualisasikan pemikiran dan informasi, dari seorang Blogger pemula yang masih memerlukan peningkatan dalam kemampuan dan pemahaman dalam berbagai ilmu dan pemikiran.

Sumbangsih serta masukan yang berguna dari pembaca akan memberikan pencerahan dalam mensikapi berbagai persoalan yang dihadapi, baik persoalan pribadi maupun persoalan diluar lingkungan pribadi