Lebih baik dalam memberi arti.
Lebih baik dalam bersikap.
Lebih baik dalam bertindak.
Konon, karena hidup itu adalah pilihan. Pun cara kita menjalaninya banyak pilihan - pilihan.
Siang dan malam yang dipergantikan. Lapang dan sempit yang dipergilirkan. Adalah karunia Tuhan akan selalu datang dan pergi, bagaimana kita memberi arti.
Putusnya sandal Yutaka. Bukan berarti tanda celaka.
Yutaka hanyalah sekedar nama, dari sekian banyak sandal yang dicipta manusia.
Setiap orang punya jalannya. Setiap orang punya cerita.
Ceritakanlah yang baik-baik sahaja. Tak perlu yang buruk menghias kata.
Buruk rupa cermin dibelah.
Buruk - buruk papan jati, tetap harus dijaga dan dibela.
Mikul dhuwur mendem jero.
Hanacaraka data sawala.
Hilangnya sandal Yutaka, hanyalah peristiwa biasa.
Yang tak biasa jika harus mencela.
Yang bahaya jika pisah saudara.
Yang Cilaka Jika Iman binasa.
Menjadi tua adalah niscaya
Mendewasa adalah cara bijaksana.
Kita yang hidup di desa. Ternyata sama dengan yang di kota.
Tantangannya hidup bersama harus dijaga. Ikatan rasa harus dibela.
Nikmat pagi menjemput harapan ditemani secangkir kopi, segelas teh manis, patut disyukuri bahwa aku - kamu dan kita semua masih diberi kesempatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar